LPM IAIN Susun Model Integrasi Keilmuan



RAKYATCIREBON.CO.ID - Lembaga Penjamin Mutu (LPM) IAIN Syekh Nurjati Cirebon menggelar Focus Group Discussion (FGD) Model Integerasi di aula pascasarjana kampus setempat, Selasa (13/8).

FGD melibatkan 99 pejabat di lingkungan IAIN. Mulai dari rektor, wakil rektor, dekan, wakil dekan, ketua jurusan, kepala lembaga dan satuan serta para dosen. 

Kepala LPM, Dr Kartimi MPd menjelaskan, FGD sengaja digelar dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan IAIN. Untuk itulah kajian tentang integrasi keilmuan sudah dimulai sejak 2011. 

Kartimi menjelaskan, LPM sudah melakukan berbagai langkah. Seperti mengadakan studi banding ke UIN Malang, UIN Jakarta, UIN, Bandung dan UIN Yogyakarta.

"Di samping itu kami juga melakukan muhiban pesantren ke semua pesantren di Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah. Kami belajar dari tokoh masyarakat. Apa yang mereka inginkan soal integerasi keilmuan di IAIN Cirebon ini," ungkapnya kepada Rakyat Cirebon, kemarin. 

Dia melanjutkan, hasil dari kajian-kajian nantinya berupa  metode pembelajaran di IAIN secara komprehensif. Mulai dari kurikulum, teknis pembelajaran hingga pendekatan yang dilakukan dosen di kelas. 

"Bentuknya sudah ketemu. Kami beri nama muksin. Modelnya sudah ada namanya mata ilmu. Ini sudah didiskusikan secara berkelanjutan bahwa kurikulumnya sudah ada. Cuma belum dilegitimasi," ujar dia. 

Dari model pembelajaran itu, lanjut Kartimi diharapkan akan membentuk pembelajaran yang baik di IAIN. Sehinhga dapat menciptakan alumni yang berakhlaqulkarimah dan berwawasan keislaman yang baik," katanya. 

Kartimi melanjutkan, hasil kajian tentang integerasi keilmuan tersebut nantinya bakal diuji publik di hadapan ahli. Setelah itu, bakal direkomendasikan ke pimpinan kampus untuk diterapkan sebagai metode pembelajaran yang sah di kampus. (wan)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "LPM IAIN Susun Model Integrasi Keilmuan "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus