Pasar Gebang Masih Sepi Peminat



RAKYATCIREBON.CO.ID – Proses pembangunan Pasar Gebang, kini sudah hampir mencapai 100 persen. Meskipun demikian, sudah ada beberapa pedagang yang telah menempati beberapa kios, tapi belum sepenuhnya dapat digunakan, lantaran masih dalam pemadatan untuk beberapa tempat.

Lebih dari itu, masih banyak dari pedagang yang belum berani mengambil tempat, untuk memesan. Buktinya masih banyak yang tetap berjualan ditengah-tengah jalan bawah fly over.

“Dibawah jalan layang, karena wilayah itu masuk kedalam zona kewenangan pemda, biarkan nanti pihak Satpol PP yang mengamankan. Kedepan, akan diusahakan untuk bisa masuk ke pasar,” papar Kepala Pasar Gebang, Sukirman kepada sejumlah awak media, kemarin.

Banyaknya pedagang yang belum masuk ke pasar papar dia, dikarenakan keterbatasan sarana prasarana yang belum beres.

“Setelah sarpras selesai, sudah harus dilaporkan ke pemda, supaya pedagang di bawah fly over bisa masuk,” ucapnya.

Kini yang sudah memesan dan masuk kedalam pasar, baru kisaran ada sebanyak 40 sampai 45 pedagang. Hanya saja, masih banyak yang belum dibenahi, seperti pasokan listrik. Pasalnya, pasokan listrik, sejauh ini yang sudah dipasangkan, baru sebanyak 20 unit, masih ada kekurangan. “Tetapi kekurangannya itu dikarenakan kemaren pada saat banjir di Ciledug, kilometer yang tadinya sudah di siaplan di PLN Ciledug, ternyata terkena banjir, jadi menghambat,” akunya.

Adapun kuota untuk Pasar Gebang, jumlah totalnya kurang lebih terdapat 145 kios dan los. Jumlah tersebut diakui sudah mencukupi untuk para pedagag lokal. “Akan kita upayakan untuk para pedagang lokal,” kata dia.

Sementara, untuk harga yang diawarkan bervariatif, menyesuaikan ukuran dan lokasinya. Ia anggap, angkanya relatif lebih terjangkau, ketika dibandingkan dengan pasar lainnya di Wilayah Timur Cirebon. “Relatif lebih terjangkau. Mulai dari Rp150 jutaan, kemudian Rp160 juta sampai Rp169 juta.

Untuk kios lemprakan harganya mulai dari Rp50 juta sampai Rp51 juta,” ungkapnya.
Untuk sistem pembayarannya, terang dia, 30 persen masuk uang muka, kemudian 70 persennya dibayarkan melalui bank.

Pantauan wartawan koran ini, kondisi pasar yang kontraknya selama 20 tahun itu, belum sepenuhnya diisi oleh para pedagang. Selain itu, berdasarkan informasi yang berhasil wartawan koran ini himpun, untuk pengelolaannya nanti, berada dibawah kewenangan desa. Adapun pihak developer sifatnya hanyalah pengembang saja. Setelah pembangunan selesai, diserahkan kepada pemerintahan desa.

Warga setempat, Munadi mengakui, keberadaan Pasar Gebang, bisa melerai lalu lintas disekiar fly over. Mengingat saat ini, setiap hari lalulintas belum lancar, dengan habisnya sebagian jalan yang digunakan oleh para pedagang. “Kedepan, saya pikir, hadirnya pasar ini (Gebang, red) akan menambah peningkatan ekonomi masyarakat sekitar, dan memperlancar lalulintas,” pungkasnya. (zen)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Pasar Gebang Masih Sepi Peminat"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...