Renovasi Pasar Sukra Banyak Temuan



RAKYATCIREBON.CO.ID - Meski Bangunan pasar Sukra telah direnovasi, nyatanya masih menyisakan persoalan seperti, adanya kerusakan, sarana tidak berfungsi maksimal, hingga penataan yang tidak strategis, kondisi itu membuat Komisi III DPRD Indramayu resah, wakil rakyat meminta Kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan perbaikan demi ketentraman dan kenyamanan masyarakat dalam pasar.

Pantauan Rakcer, bangunan los pasar tampak retak-retak, saluran irigasi tidak optimal, serta letak Tempat Pembuangan Sampah (TPS) menyatu dengan pedagang lemparakan, menjadi temuan pada Kunjungan Lapangan (Kunlap) Komisi III DPRD Indramayu di Pasar Sukra, Rabu (28/03).

Ketua Komisi III Alam Sukmajaya menegaskan, banyak temuan lapangan yang harus menjadi perhatian serius oleh Diskoperindag, seperti banyak keretakan pada bangunan dinding-dinding los, saluran irigasi pasar tidak maksimal berfungsi, tidak adanya musala, dan letak TPS yang bercampur dengan lokasi khusus untuk pedagang lemprakan.

Kondisi tersebut, dikatakan Alam, akan mendatangkan masalah serius jika tidak segera diperbaiki. Seperti, saluran pembuangan yang menimbulkan bau tidak sedap, TPS yang masih satu lokasi dengan lemparakan akan ditumpuki sampah baik dari pedagang maupun masyarakat sekitar, dinding retak akan merusak bangunan dalam waktu cepat.

"Harus segera adanya perbaikan sebelum diresmikan, apalagi masih berlakunya pemeliharaan dari pihak pembangun," beber Alam.

Hal tersebut dimaksudkan, sambung Alam, agar renovasi pasar yang sudah dilakukan benar-benar memberikan manfaat besar bagi masyarakat, baik dari sarananya, kenyamanan dan keamanan. Sehingga, retribusi yang diberikan oleh para pedagang, setimpal dengan kepuasan yang diterima mereka.

Agar pasar semakin tertata, dikatakan Alam, Disperindag harus jeli melakukan penataan para pedagang, baik dari los hingga lemprakan sesuai dengan komiditinya, agar pembeli tidak terganggu dengan dampak produk jualan pedagang lainya. "Ada zonasinya, jangan sampai sayuran, daging, dan busana bercampur dalam satu kawasan," ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Sirojudin menekankan, agar Disperindag khususnya pengelola pasar tegas melakukan penataan terhadap pedagang, peletakan barang dagangan jangan sampai melebar hingga ke jalan antar los, karena jika kondisi tersebut terjadi  dipastikan menggangu ruas jalan untuk konsumen. Terlebih, jalan dalam pasar tersebut lebarnya tidak mencapai dua meter.

"Pasti konsumen berdesakan, karena jalanya dipakai pedagang," tegasnya.


Senada denganya, Anggota Komisi III lainya Dalam SH KN meminta, Disperindag untuk menghitung jumlah pedagang baik kios, los dan lemprakan, agar tidak terjadinya perebutan saat menempati bangunan baru tersebut. Soal masih adanya sarana yang tidak mendukung, ia meminta instansi terkait segera melengkapinya, sehingga saat diresmikan tidak adanya keluhan atau kendala yang dihadapi.

"Retribusinya harus tetap berjalan dan dihitung, jangan sampai bocor, karena itu aset daerah," tandasnya.


Sementara itu, Kabid Pendapatan Pasar Diperindag Joni Takarasel mengaku, akan meminta pihak pembangun untuk melakukan perbaikan-perbaikan atas kerusakan yang ada, yakni dinding-dinding retak akan diberikan pemeliharaan. Soal penataan bagi pedagang sendiri, pihaknya akan menata para pedagang agar tidak menggunakan jalan untuk barang daganganya. "Kami akan lalukan pemeliharaan seperti yang disampaikan Komisi III," ucapnya.

Pihaknyapun mengimbau kepada para pedagang, bila telah diresmikan agar segera ditempati untuk keberlangsungan usaha, serta ikut merawat bangunan dengan baik sehingga bisa bertahan lama. Karena, renovasi yang telah dilakukan Pemerintah tersebut sema-mata demi mendukung kesejahteraan pedagang. "Kami apresiasi Kunlap dari Komisi III DPRD Indramayu, demi kemajuan bersama," pungkasnya. (yan)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Renovasi Pasar Sukra Banyak Temuan"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...