“Oke” dan “Pasti” Saling Menahan Diri

waspadai adu domba perusakan apk

RAKYATCIREBON.CO.ID   – Dalam waktu beberapa hari terakhir ini, Kota Cirebon dihangatkan fenomena perusakan Alat Peraga Kampanye (APK) bergambar dua pasangan calon (paslon walikota dan wakil walikota.

Lantaran hanya ada dua paslon, isu ini dikhawatirkan digulirkan oleh pihak tidak bertanggungjawab, guna memprovokasi.

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cirebon, M Handarujati Kalamullah SSos mengakui, pihaknya juga mendapati sejumlah APK bergambar paslon yang diusungya yaitu Drs Nashrudin Azis SH dan Dra Hj Eti Herawati dalam keadaan rusak, bahkan hilang.

“Sebenarnya dari beberapa hari lalu, kita temukan APK bergambar Pasti (pasangan Azis-Eti, red) yang rusak, malah hilang dari lokasi pemasangan,” ungkap politisi yang disapa Andru itu.

Namun, pihaknya tidak terburu-buru menyimpulkan ataupun menduga pelaku perusakan APK bergambar Pasti. Pasalnya, dinamika Pilwalkot Cirebon cukup ketat, karena hanya ada dua paslon.

“Kita tidak ingin merusak kondusivitas Kota Cirebon. Meskipun kita dirugikan dengan rusak dan hilangnya beberapa APK kita. Tapi yang lebih utama adalah kita menjaga suasana kondusif ini,” ujarnya.

Dia juga mengimbau kepada semua pendukung Pasti untuk tidak terprovokasi oleh keadaan tersebut. Kalaupun ada yang melihat atau memiliki bukti kuat terduga pelaku perusakan, agar segera dilaporkan ke pihak berwenang. “Kalau ada bukti laporkan. Kalau tidak, kedepankan suasana sejuk yang sudah terbangun,” kata dia.

Sementara terpisah, Ketua PAC PDI Perjuangan Harjamukti, Fitria Pamungkaswati juga ikut angkat bicara soal fenomena perusakan APK yang menimpa Pasti dan pasangan H Bamunas S Boediman MBA/Oki dan Effendi Edo SAP MSi (Oke).

“Kedua pihak jangan terprovokasi. Kita belum punya bukti. Bisa saja ini upaya adu domba dari pihak tidak bertanggungjawab supaya suasanaya tidak kondusif,” ungkap Fitria.

Menurutnya, tim kampanye kedua paslon harus saling menjaga dan mengawasi. Fitria juga berharap, agar kader PDIP maupun parpol pengusung lainnya Oke tidak terprovokasi. “Kita saling mengawasi dan menjaga. Jika ada yang merusak, secepatnya dilaporkan kepada pihak berwenang,” katanya.

Terpisah, pemerhati politik Cirebon, Sutan Aji Nugraha menilai, fenomena perusakan APK bukan hal baru dalam kontestasi politik lima tahunan. Setiap pesta demokrasi, femomena itu selalu terjadi. “Ini bukan hal baru sebenarnya,” kata penulis buku Bunga Rampai Sang Ideolog itu.

Menurutnya, ada beberapa kemungkinan yang menjadi latarbelakang perusakan APK. Hanya saja, yang harus dikedepankan adalah sikap saling menjaga dan menghormati, serta tidak mudah terprovokasi. Makanya, kedua paslon diharapkan untuk menjamin rasa tenang kepada masing-masing pendukung.

“Karena ini paslonnya hanya ada dua, memang ada celah besar bagi pihak-pihak tidak bertanggungjawab untuk memecah belah atau provokasi. Makanya kedua paslon harus saling menjaga, tidak mudah terprovokasi dan berbaik sangka,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to " “Oke” dan “Pasti” Saling Menahan Diri "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...