Netralitas ASN Selalu Dicurigai, Profesional Atau Sanksi



RAKYATCIREBON.CO.ID - Isu netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) selalu menjadi sorotan dalam setiap agenda politik disemua tingkatan. Sehingga sangat dibutuhkan sikap profesional setiap individu ASN, atau sanksi tegas bagi yang tidak netral.

Sekertaris Daerah Indramayu, H Ahmad Bahtiar SH menyampaikan, ASN di berbagai daerah pada saat menjelang maupun selama penyelenggaraan pesta demokrasi berlangsung selalu menjadi objek kecurigaan pihak yang berada di lingkungan partai politik. Mulai dari pemilihan bupati/walikota hingga presiden dan wakil presiden.

"Untuk itu ASN di Kabupaten Indramayu dalam pelaksanaannya harus tetap netral dan mengedepankan sikap profesionalisme. Ada sanksi bagi ASN yang tidak netral," tegasnya usai membuka sosialisasi netralitas ASN di lingkungan Pemkab Indramayu, Selasa (27/3).

Dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Ki Tinggil Setda Indramayu itu, sekda mengungkapkan bahwa ASN dengan power dan kewenangan yang dimiliki sangat rentan untuk dipengaruhi dan memengaruhi. Serta berpihak pada salah satu pasangan calon. Terlebih masyarakat yang ada di pelosok daerah dengan akses dan kuantitas pendidikan politiknya berbeda dibandingkan di perkotaan. Sehingga keberadaan ASN dijadikan acuan masyarakat dalam menentukan pilihannya saat pesta demokrasi.

Pada akhirnya, ASN semakin rentan menjadi incaran para pelaku politik untuk melancarkan kepentingannya. "Setiap penyelenggaraan pemilihan umum baik itu pilkada, pileg, ataupun pilpres salah satu pihak yang sering mendapat sorotan adalah birokrat atau ASN. Isu netralitas ASN menjadi salah satu objek pengawasan tidak hanya oleh Bawaslu tapi juga oleh masyarakat pada umumnya," kata sekda.

Untuk mewujudkan netralitas ASN di Kabupaten Indramayu, lanjutnya, pada tahun 2014 lalu Pemkab Indramayu telah diberikan apresiasi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena telah memberikan kesempatan partai-partai politik untuk berbicara dihadapan para ASN di Kabupaten Indramayu.

Kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan Ketua Panwaslu Kabupaten Indramayu, Nurhadi dan juga Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Indramayu, Ristoyo.

Hadir sebagai peserta para kepala SKPD, pejabat eselon III dan IV, para staf dari masing-masing SKPD dan kecamatan. "Kegiatan ini akan berlangsung sampai dengan hari Kamis, 29 Maret 2018. Pesertanya dijadwal secara bergiliran," tukas Kepala Bagian Otonomi Daerah Setda Indramayu, Zulkarnaen. (tar)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Netralitas ASN Selalu Dicurigai, Profesional Atau Sanksi"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...