Kuliner Kuasai Sektor Ekonomi Kreatif


RAKYATCIREBON.CO.ID – Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Mesdin Kornelis Simarmata menyampaikan, Bekraf telah meluncurkan aplikasi unggulan Bisma (Bekraf Information System and Mobile Application), serta mengajak para pelaku usaha kreatif di seluruh provinsi di Indonesia untuk mendaftarkan diri dalam database resmi Bekraf lewat aplikasi Website Bisma.

Mesdin mengatakan, database usaha kreatif sangat diperlukan untuk melakukan komunikasi dua arah dengan para pelaku agar bisa menangkap masalah, menerima masukan dan memetakan lebih akurat tentang kondisi usaha kreatif terkini di Indonesia. Sehingga dapat menyusun kebijakan lebih efektif dan efisien untuk pengembangan bisnis kreatif.

Saat ini, diakuinya, database usaha kreatif masih sangat minim, sehingga banyak pelaku ekonomi kreatif kesulitan mengembangkan karyanya. “Para pelaku dari 16 sub-sektor yang terdaftar di Bekraf perlu mendorong Bisma bukan hanya sebagai aplikasi milik pemerintah, tetapi sebagai wahana bersama para pelaku kreatif di Indonesia untuk memajukan perkembangan usahanya,” ujar Mesdin.

Bisma mendorong para pelaku memiliki jejaring dan memperoleh kesempatan mendapatkan fasilitasi dan dukungan bagi pengembangan usahanya dari Bekraf. Akhir pekan lalu, Bekraf mengadakan kegiatan temu Bisma dengan para pelaku, sekaligus juga memberi ruang bagi para pelaku untuk bertemu dan berjejaring.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Kota Cirebon, yang memiliki potensi ekonomi kreatif, dimana terdapat jumlah usaha atau perusahaan ekonomi kreatif sebanyak 16.154, dengan 3 (tiga) sektor ekonomi kreatif terbesar yaitu kuliner sebesar 13.273 usaha, fashion sebanyak 1.539 usaha, dan kriya sebanyak 660 usaha.

Kegiatan ini diisi oleh narasumber yang memberikan insight dan transfer knowledge dari para pelaku yang telah memiliki reputasi di bidangnya seperti Tatang A Taufik (BPPT), Firstman Marpaung (Aksi Nusantara), Prima Arya (Scoido), Mohamad Iqbal (bandros.co.id), Tjahjo Ruruh (FUDlKl), dan Komarudin Kudlya (Rumah Batik Komar).

“Kegiatan sosialisasi ini akan dilakukan dengan metoda yang bersifat eksperiental, atau memberikan experience nyata bagi para pelaku ekonomi kreatif yang hadir untuk dapat langsung terkoneksi dan berjejaring,” tambah Wawan Rusiawan, Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Bekraf. (wan)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Kuliner Kuasai Sektor Ekonomi Kreatif"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...