“Kami Merasa Terpojokan dan Terfitnah”

karyawan rsd gunung jati rapat bersama dprd

RAKYATCIREBON.CO.ID - Salah seorang dokter spesialis yang juga Komite Medik RSD Gunung Jati, dr Oom Nuromah SpPD menilai, pola pembagian uang Jasa Pelayanan (JP) sudah proporsional. Misalnya untuk dokter klinik, jika dibandingkan dengan di rumah sakit swasta, yang didapatkan di RSDGJ relatif lebih kecil.

“Kami kurang baik apa? Kami menyadari, gendolan kami besar. Dengan tim kami yang begitu besar, kami berbesar hati. Tidak ada pembatasan pasien,” ungkap Oom, dalam rapat bersama Komisi III DPRD Kota Cirebon, kemarin.

Menurutnya, pola yang diberlakukan RSDGJ sudah berdasarkan kajian ilmiah dan itu terjadi secara nasional. Meski diakui Oom, tidak semua dokter spesialis mendapatkan JP besar. “Tidk semua spesialis mendapat besar. Kalau pasiennya sedikit, dapatnya sedikit,” ujarnya.

Selain itu, sambung Oom, pihaknya juga turut menggenjot agar tenaga medis spesialis bisa bekerja profesional dan sebaik mungkin. “Kami juga menggenjot bagaimana teman-teman bisa seprofesional mungkin, bekerja sebaik mungkin dan bisa meningkatkan penghasilan,” tuturnya.

Makanya, jika ada asumsi bahwa dokter spesialis “dimanjakan” dalam hal pembagian JP, Oom merasa hal itu adalah fitnah. “Kami merasa terpojokan. Dan kami merasa terfitnah. Seprti yang kami memakan bukan yang haknya,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "“Kami Merasa Terpojokan dan Terfitnah”"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...