Beli Gas Melon Mesti Pakai KTP



RAKYATCIREBON.CO.ID - Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, menghimbau masyarakat untuk meninggalkan gas elpiji bersubsidi kemasan 3 kg atau yang dikenal dengan sebutan gas melon dan beralih ke elpiji nonsubsidi kemasan 12 kg atau 5,5 kg.

Terhitung Februari 2018, gas melon hanya bisa dibeli oleh kelompok masyarakat tidak mampu pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). KKS diterbitkan oleh Kementerian Sosial.

“Pembelian gas melon menggunakan fotocopy KTP ini supaya tertib, serta gas bersubsidi ini tepat sasaran dan tidak terjadi kelangkaan,” kata Kabag Perekonomian Setda Dr Toto Toharudin dalam rakor pengendalian tata niaga distribusi gas LPG 3 kg bersubsidi di Kabupaten Kuningan, di aula KIC kemarin (28/3).

Dalam rakor tersebut, dihadiri Plt Sekda Kuningan Drs Dadan Supardan MSi, SR Pertamina wilayah III Cirebon Wilson Adiwijaya, Ketua Hiswana migas, para agen dan pangkalan se-Kabupaten Kuningan.

Menurut Toto, pembelian LPG 3 kg dengan menggunakan KTP ini intruksi langsung dari pemerintah dan tidak ada kaitannya dengan politik, apalagi menyalah gunakan KTP untuk tujuan lain. Elpiji bersubsidi hanya untuk masyarakat tidak mampu.

“Alhamdulillah, Kuningan mendapat perhatian dari pertamina sehingga pada momen-momen tertentu ada penambahan kuota pengiriman,” jelasnya.

Dalam rakor ini, lanjut Toto, para agen dan pangkalan juga bersimpati atas musibah bencana alam yang terjadi di Kabupaten Kuningan, mereka pun berinisiatip memberikan bantuan.

“Karena saat ini sedang proses membangun hunian sementara, para agen dan pangkalan sepakat akan membantu dua huntara untuk korban bencana,” ujar Toto.

Sementara itu, Pejabat Sekda, Drs Dadang Supardan M.Si menyampaikan bahwa Kabupaten Kuningan merupakan salah satu daerah yang urbannya besar. Kebanyakan orang Kuningan merantau ke luar kota (Jakarta dan Jogja), kemudian hubungannya antara urban dengan keberadaan migas atau LPG yakni, karena penduduk Kuningan yang diluar kota tersebut pasti akan mudik (pulang kampung) ke Kuningan disaat Ramadhan ataupun lebaran.

“Maka dengan mudiknya orang-orang Kuningan tersebut, tentu kebutuhan gas juga akan bertambah, itu yang menjadi perhatian Pemkab sehingga tidak terjadi kelangkaan,” katanya.
Dadang Supardan mengatakan bahwa kemarin sudah berkumpul dengan BI membahas perihal inflasi agar tetap stabil. Menjelang lebaran, beliau mengharapkan agar tidak ada persoalan-persoalan mengenai gas, apalagi pemilihan Bupati pun seminggu setelah lebaran. Jangan sampai karena masalah gas yang tidak lancar sampai dipolitisi.

“Saya berpesan agar ketika nanti bulan puasa atau lebaran tiba, diharapkan gas tidak langka. Jangan sampai nanti direpotkan oleh masyarakat yang demo karena kelangkaan gas,” pesannya.(ale)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Beli Gas Melon Mesti Pakai KTP"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...