Batubara Terindikasi Cemari Laut



RAKYATCIREBON.CO.ID Aktivitas bongkar muat batubara di Pelabuhan Cirebon “naik-turun” menjadi persoalan. Jika pada musim kemarau yang jadi persoalan adalah pencemaran udara lantaran debunya, tapi saat ini berbeda persoalan. Aktivitas bongkar muat batubara diduga memicu pencemaran air laut di wilayah Cirebon.

Hal itu disampaikan Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan, Hj Imas Maskanah ST MM, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/3) kemarin.

Dia mengakui, beberapa hari lalu, pihaknya sudah melakukan pengawasan terhadap aktivitas usaha di Pelabuhan Cirebon.

“Dari pihak kepolisian mengindikasikan ada pencemaran air laut dari (aktivitas bongkar muat) batubara. Makanya kita lakukan pengawasan bersama kepolisian, serta Dinas Perhubungan kota dan provinsi,” ungkap Imas.

Imas menambahkan, dugaan pencemaran air laut selain terindikasi dipicu aktivitas bongkar muat batubara, juga dari ceceran bahan bakar kapal saat pengisian, termasuk karat besi pada tongkang pengangkut batubara.

“Kalau terbukti ada pencemaran, sanksinya berdasarkan UU tentang Lingkungan Hidup, ditujukannya terhadap PT Pelindo. Nanti yang menegur perusahaan itu PT Pelindo,” jelasnya.

Ia menuturkan, pengawasan yang dilakukan pihaknya bersama kepolisian dan instansi terkait lain dilakukan merupakan langkah lanjutan, setelah beberapa waktu lalu melakukan hal serupa. Namun saat ini, pemeriksaan kadar air laut melibatkan konsultan, PT Anugerah Analisis Sempurna (AAS).

“Kita ambil sampel di dermaga Muarajati 1 dan 2, serta dermaga Pelita. Termasuk tanah sedimentasinya kita ambil sampel. Nanti oleh PT AAS diuji di laboratorium,” tuturnya.

Imas mengaku, pihaknya meminta hasil uji laboratorium itu bisa diketahui dalam pekan ini. Pasalnya, PT AAS sendiri menargetkan durasi uji lab maksimal 10 hari setelah pengambilan sampel pada Rabu pekan lalu. “Tapi kita lebih cepat dari itu,” katanya.

Disampaikan Imas, PT AAS dimintakan menjadi konsultan oleh PT Pelindo karena memiliki kualifikasi di bidang itu. Guna memperkuat hasil penelitian, pihak kepolisian juga melakukan analisa. “Pihak kepolisian juga ikut mengidentifikasi,” kata Imas.

Di sisi lain, Imas menyebutkan, tidak ada indikasi pencemaran air laut di kawasan Pelabuhan Cirebon yang dipicu sampah. Padahal berdasarkan pengamatan wartawan koran ini, di beberapa titik di pesisir Kota Cirebon, tumpukan sampah dengan mudah dijumpai. “Tidak ada indikasi karena sampah,” katanya.

Terpisah, seorang warga Cangkol Tengah, Wayono menyebutkan, tumpukan sampah di pinggir laut sudah terjadi sejak lama di wilayah tersebut. Dalam jangka waktu panjang, tumpukan sampah mengeras menjadi tanah timbul. “Sudah lama. Kemudian lama-lama menjadi tanah timbul,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Batubara Terindikasi Cemari Laut"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...