Akhirnya, Ali Surahman Dicopot dari Pimpinan DPRD

dprd majalengka segera rapat paripurna

RAKYATCIREBON.CO.ID  - DPRD kabupaten Majalengka akan segera melakukan Rapat Paripurna Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap dua pimpinan mereka. Yakni, H Ali Surahman dari Fraksi Gerindra yang ditahan setelah terjerat kasus dugaan korupsi bantuan CSR.

Serta Tarsono D Mardiana dari Fraksi PDIP yang mengundurkan diri, setelah ikut dalam pencalonan Wakil Bupati Majalengka pada Pilkada serentak 2018.

Ketua DPRD Majalengka, Drs Muhammad Jubaedi mengatakan, PAW H Ali Surahman akan digantikan posisi keanggotanya oleh Edi Junaedi.

Ia merupakan caleg Gerindra di bawah Ali Surahman pada Pileg sebelumnya. Sementara keanggotaan Tarsono sendiri dipastikan akan diganti oleh Eti R caleg PDIP di bawah nomor urut Tarsono pada Pileg sebelumnya.

Sedangkan terkait pengisian posisi kedua pimpinan. Yakni, Ketua DPRD dan Wakil Ketua III DPRD Majalengka akan dilakukan paripurna secara terpisah.

Namun demikian, sebut dia, untuk PAW H Ali Surahman sendiri saat ini berkasnya sudah berada di tangan Bupati Majalengka, Sutrisno. Kemudian segera akan diserahkan kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, guna mendapatkan SK penetapan.

Sedangkan untuk berkas PAW Tarsono dan Eti, kata dia, posisinya baru masuk ke DPRD. Bupati sendiri sesuai aturan memiliki batas waktu maksimal satu pekan atau lima hari kerja untuk menyampaikanya ke gubernur.

“Setelah mendapatkan SK penetapan dari gubernur, maka Edi Junaedi baru bisa dilantik menjadi anggota DPRD Majalengka mengantikan keanggotaan Ali Surahman,” ujar Jubaedi kepada Rakyat Majalengka, Kamis (1/3).

Sedangkan untuk posisi jabatan yang ditnggalkan Ali Surahman, dikembalikan ke partai yang bersangkutan. Namun kemungkinan besar akan diisi oleh Multazam SIP yang saat ini bersetatus sebagai Plt Wakil Ketua III DPRD. 

Sementara itu, saat ditanya mengenai posisi pimpinan DPRD. Politisi asal PKB ini mengatakan, sejauh ini sudah ada dua nama yang disodorkan PDIP.

Yakni, Drs H Eddy Annas Djunaedi dan Ir H Dadang Satari yang keduanya sudah melakukan fit and proper test di DPP PDIP. Namun sayangnya pihaknya belum mengetahui siapa dari kedua nama itu yang akhirnya mendapatkan rekom DPP.

“Posisi Ketua DPRD itu menjadi ranah PDIP dan kabarnya sudah ada dua calon yang diajukan. Keduanya sudah melakukan fit and proper test di DPP. Cuma sampai saat ini kami belum mengetahui siapa yang direkomendasikan untuk mengisi posisi ketua DPRD tersebut,” jelasnya.

Adanya perubahan posisi pimpinan DPRD Majalengka maka dengan sendirinya akan ada banyak perubahan struktur di alat kelengkapan dewan (AKD). Baik di fraksi, komisi, maupun lainya akibat adanya pergeseran personil anggota DPRD.

“Dengan adanya PAW maka bisa dipastikan akan terjadi perubahan atau rotasi anggota AKD, baik di komisi maupun  Banggar, Banleg dan lainya,”jelas Jubaedi.

Terkait soal Banmus, pihaknya bisa segera melakukan rapat Badan Musyawarah (Banmus) untuk menjadwalkan proses PAW jika surat keputusan dari Gubernur sudah ada.

Artinya DPRD bisa melakukan rapat Banmus mendadak atau dengan mekanisme rapat pimpinan. “Ya kalau seandainya tiba tiba surat dari Gubernur turun, maka kita bisa mengagendakan rapat Banmus mendadak atau Rapat pimpinan dan itu sah,”pungkasnya. (pai)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Akhirnya, Ali Surahman Dicopot dari Pimpinan DPRD"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus