Ade: Paslon Nomor Urut Satu Susah Diajak Komunikasi

mantan sekda majalengka berbalik dukung karna tarsono

RAKYATCIREBON.CO.ID - Mantan sekretaris daerah (Sekda) kabupaten Majalengka, Drs H Ade Rachmat Ali MSi akhirnya memutuskan mendukung pasangan cabup dan cawabup Majalengka nomor urut dua Karna-Tarsono (Karno).

Padahal sebelumnya, barisan Ade Rachmat Ali (Bara) mendukung pasangan cabup dan cawabup nomor urut satu, Maman-Jefry (Maju). Perpindahan dukungan tersebut, kata Ade disebabkan oleh beberapa hal.

Dijelaskan Ade, setelah deklarasi dukungan pada nomor urut satu, pasangan tersebut susah sekali dalam melaksanakan komunikasi. Baik itu Ade Rachmat Ali sendiri maupun sesama kedua tim di lapangan.

Selain itu, sebagai mantan birokrasi, selama bekerja, Ade terbiasa dengan administrasi yang tertib. Namun hal serupa tidak didapatkan ketika pihaknya bergabung di nomor satu.

"Saya mengakui kalau sekarang mendukung nomor dua. Alasannya ya itu tadi, pihak nomor satu sangat sulit untuk dihubungi. Malahan dengan tim di lapangan juga dari pihak sana kurang sekali berkoordinasi dengan tim kami," ujar Ade kepada Rakyat Cirebon, Rabu (28/2).

Ketika ditanya terkait alasan mendukung nomor dua dan kenapa tidak mengalihkan dukungan pada nomor tiga, Ade mengaku Pilkada di Kabupaten Majalengka hanya diikuti oleh dua pasangan calon yaitu Maman-Jefry nomor urut dua dan Karna-Tarsono nomor urut dua.

Menurutnya, hasil pertemuan dirinya dengan paslon lain pada bulan Januari lalu, tidak ditindaklanjuti dalam kerangka MoU yang jelas. Bahkan, dia merasa ditinggal begitu saja, karena untuk sekedar berkomunikasi pun sangat kesulitan.

Apalagi, kata dia, untuk bertemu langsung dengan calon tersebut. Akhirnya, dia bisa menilai tabiat sikap asli dari paslon lain yang mengajaknya bergabung, dan memilih memutar haluan.

“Sebetulnya dengan calon lain (nomor urut satu, red) itu baru sekali bertemu dan belum ada kesepakatan formal hitam di atas putih. Saya mau komunikasi telepon saja sulit ga dijawab-jawab, apalagi mau ketemu. Tapi, dengan yang nomor dua ini sekali berkomunikasi kita sudah langsung nyambung,” kata Ade.

Selain itu, jejak rekam dari para calon nomor urut dua sudah terbilang baik. Seperti diketahui, mantan birokrat ini dulu pernah menjadi bawahan Karna Sobahi ketika Ade Rahmat menjabat Sekda dan Karna Sobahi sebagai Wakil Bupati. Begitupun dengan Tarsono yang pernah berhubungan interaksi tugas antara Sekda dan DPRD.

"Pasangan nomor tiga (Sanwasi - Moch Taufan Ansyar, red), saya lupa lagi siapa. Kenapa mendukung nomor dua, karena selama saya menjadi Sekda, komunikasi dengan pa Karna sudah terjalin sangat baik. Dan Saya juga mengetahui trek record pa Karna," tandasnya.

Ade menegaskan, peralihan dukungan tersebut tidak dilandasi oleh dendam pribadi. Namun itu murni dukungan politik. "Saya bukan tipe orang yang pendendam, dukungan itu murni karena saya sudah mengenal Pa Karna sejak masih menjadi Sekda," tandasnya.(hsn)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Ade: Paslon Nomor Urut Satu Susah Diajak Komunikasi"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...