34.471 Pemilih Terancam Tidak Nyoblos


RAKYATCIREBON.CO.ID- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu mencatat ada 34.471 pemilih belum memiliki KTP elektronik (KTP-el). Dan pada pemungutan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018 nanti terancam tidak dapat menggunakan hak pilihnya.

Ketua KPU Kabupaten Indramayu, Murtiningsih Kartini SH MH melalui Komisioner Divisi Teknis, Pitrahari SIP menyampaikan, dari 1.326.771 pemilih yang ada dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) belum memiliki KTP-el atau dikategorikan non KTP-el. "Terancam tidak bisa memilih. Karena pada hari H pilgub setiap pemilih harus membawa formulir C6 dan KTP-el," jelasnya, Senin (19/3).

Untuk itu pihaknya mengimbau agar puluhan ribu pemilih tersebut segera melakukan perekaman data. Sehingga dapat dimilikinya Nomor Induk Kependudukan (NIK), dan Surat Keterangan (Suket) jika blanko KTP-el belum bisa dicetak. 
"Jangan sampai hak pilihnya tidak bisa digunakan," ujar dia.

Disinggung adanya kabar kesulitan akses yang dialami Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) di Pesantren Al Zaytun di Kecamatan Gantar beberapa waktu lalu, diakuinya benar terjadi dan menjadi kendala tersendiri di lapangan. Seharusnya, PPDP bisa bertemu langsung dengan warga di dalam pesantren untuk dicoklit dan dilakukan penempelan stiker. "Jadi petugas PPDP tidak diperbolehkan masuk, hanya disuruh menunggu di pos. Pihak pesantren yang mendata sendiri dan memberikan datanya 
ke PPDP," kata dia.

Sementara itu, dari rekapitulasi DPS Kabupaten Indramayu yang disahkan dalam rapat pleno terbuka akhir pekan lalu, di 31 kecamatan terdapat sebanyak 1.326.771 pemilih. Terbanyak ada di Kecamatan Indramayu yang jumlahnya mencapai 77.391 pemilih, 39.009 diantaranya adalah perempuan. (tar)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "34.471 Pemilih Terancam Tidak Nyoblos"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...