Warga Mekarsari Demo ke DPRD, Minta Proyek PLTU Dihentikan

warga mekarsari indramayu menolak proyek pltu

RAKYATCIREBON.CO.ID - Puluhan warga desa Mekarsari melakukan aksi unjuk rasa  ke gedung DPRD Indramayu. Massa menolak pembangkit listrik tenaga uap (PLTU),  karena  dampak pembangunan proyek nasional tersebut dinilai mengancam keselamatan masyarakat.

Perwakilan masyarakat desa Mekarsari, Sunardi mengaku, sudah dari dulu melakukan penolakan terhadap pembangunan PLTU. Bahkan, tepatnya sebelum pembebasan lahan untuk PLTU I. Dampak pencemaran yang merusak kesehatan menjadi landasannya.

Terbukti, kata dia, sejumlah anak-anak sudah terkena plek dan kispa akibat pencemaran udara yang ditimbulkan dari pembakaran. "Bisa dikroscek langsung, sebelum adanya PTLU dan sesudahnya," tegas Sunardi, Rabu (21/2).

Menurutnya, meskipun sebagian warga desa kerja di PLTU, namun yang didapat hanya sebagai buruh kontrak. Hal itu tidak sebanding kesejahteraan yang didapatkan masyarakat.

Apalagi, kata dia, lahan yang saat ini digunakan PLTU merupakan tanah produktif bagi pertanian masyarakat. Meskipun utamanya menanam padi, tetapi setiap bulannya warga masih tetap bisa mendapatkan penghasilan dari palawija dan lainya. "Tolong perhatikan kondisi warga miskin yang terdampak oleh adanya PLTU,"  ujarnya.

Salah seorang massa aksi, Mistra mengaku, jarak rumahnya dengan pagar PLTU II tidak kurang dari 150 meter. Dengan adanya pembangunan nasional tersebut, perekonomian warga  terancam jatuh. Mengingat udang rebon yang selama ini menghidupi masyarakat sekitar, tidak bisa maksimal.

"Sejak adanya PLTU, mencari udang rebon bergantian, pagi hingga siang untuk para orang tua, kemudian dilanjut hingga sore menjadi jatah pemuda," ungkapnya.

Sebelumnya, berbekal spanduk dan baligho, massa aksi  berkumpul di area Sport Center (SC) melakukan longmarch menuju gedung DPRD Indramayu, sekitar pukul 10.00 WIB. Dikawal ketat aparat kepolisian, perwakilan massa aksi hearing dengan Komisi IV DPRD Indramayu.

Anggota Komisi IV DPRD, Indramayu Taufik Hadi mengingat, lembaga wakil rakyat tidak berwenang memutuskan. Meski demikian, aspirasi dari  masyarakat desa Mekarsari sudah ditampung, sebagai tindaklanjutnya akan dibawa ke Rapat Kerja (Raker) Komisi IV.

"Raker Komisi IV, tidak menutup kemungkinan akan menghadirkan kedua belak pihak, sehingga informasinya utuh," terangnya.

Pada kesempatan itupun, pihaknya cukup kaget dengan demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat desa Mekarsari. Mengingat Komisi IV telah melakukan Kunjungan Lapangan (Kunlap) ke PLTU. Hasilnya berbanding terbaik dengan apa yang disampaikan masyarakat. "Kedua belah pihak harus bertemu, kami akan fasilitasi," tegasnya.

Oleh karena itu, Taufik meminta kepada masyarakat untuk segera mengirimkan surat hearing yang ditujukan ke Komisi IV DPRD Indramayu, sekaligus pula sebagai dasar percepatan dalam pelaksanaan Raker.

Pihaknya meminta maaf kepada masyarakat atas sambutan penerimaan yang tidak maksimal dari DPRD Indramayu. "Karena wakil rakyat yang lainya tengah melaksanakan kunjungan kerja ke luar daerah," imbuhnya. (yan)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Warga Mekarsari Demo ke DPRD, Minta Proyek PLTU Dihentikan"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...