Risiko Tegakan Aturan Lalu Lintas, Dinyinyir Saat Operasi Rutin

polres cirebon gencar lakukan operasi rutin

RAKYATCIREBON.CO.ID  - Polsek Lemahabang, terus berupaya melakukan operasi rutin di sekitar wilayah hukum Lemahabang. Namun, dari intruksi yang diperintahkan, hanya bisa mencapai empat sampai lima hari kerja.

Hal ini tidak lepas dari kendala cuaca dan kekurangan personil anggota. Seperti disampaikan Kapolsek Lemahabang AKP Sentosa Sembiring melalui Panit Lantas 1 Polsek Lemahabang IPDA Soleh Siswoyo SH kepada Rakyat Cirebon, Senin (19/2).

Menurutnya, jajaran Polsek Lemahabang masih terus laksanakan operasi rutin. Semua itu dilakukan, agar setiap bulannya mampu menekan angka pelanggaran lalu lintas dari para pemilik kendaraan.

Selama operasi rutin tersebut, ternyata masih ditemukan banyak pelanggaran. Diantaranya, pelanggaran SIM dan STNK.

“Masih banyak warga yang tidak sadar menggunakan helm. Karena mengaku jarak tempuh yang ditujunya dekat,” jelas Soleh.

Padahal, kata dia, meskipun dekat, bukan berarti melalaikan keselamatan jiwa. Karena, sebagai pengendara, sudah menjadi tanggungjawabnya menjaga keselamatan.

Ketika hal itu ditemukan, saat melakukan operasi, pihaknya langsung memberikan pembinaan kepada para pengendara yang melanggar. “Kami ingatkan dan berikan pembinaan, agar tidak diulangi dikemudian hari,” tuturnya.

Ia mengaku, dalam satu bulan dapat dirata-ratakan para pengendara yang melanggar mencapai 300 orang. Jenis pelanggarannya secara umum masih seputar SIM dan STNK. “Pelanggaran lainya, seputar kelalaian tidak menggunakan helm,” ungkapnya.

Ia mengaku, jajaran Polri dari polsek Lemahabang terus mengupayakan agar kesadaran hukum dari masyarakat bisa ditekan. Hal itu, menjadi tanggungjawabnya. Agar kedepan tidak menimbulkan dampak negative di masayakat.

“Kami terus mengimbau kepada masyarakat untuk mulai menyadari keselamatan diri, dan mulai terbuka kesadaran hukumnya. Semua ini kami lakukan tidak lepas dari aturan yang harus dijalani,” paparnya.

Selain itu, ia menyadari betul, ketika sering melakukan operasi rutin menyebabkan adanya nyinyiran dari masyarakat. Hanya saja, tujuan dilakukannya operasi rutin tersebut, bukan untuk mencari kesalahan dari pengendara. Justru untuk memberikan pelayanan dan keamanan serta keselamatan.

“Operasi rutin ini memang sudah menjadi aturannya dari Polres. Setiap hari harus dilaksanakan, pagi dan sore. Namun, kami masih menyesuaikan. Kami juga melakukan operasi hanya yang terlihat saja. Seperti SIM, STNK dan helm, tidak sampai mendalam,” tegasnya. (zen)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Risiko Tegakan Aturan Lalu Lintas, Dinyinyir Saat Operasi Rutin"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus