Reses Dewan Rawan Ditunggangi Bacawalkot

reses dprd kota cirebon diberi waktu tiga hari

RAKYATCIREBON.CO.ID – Mulai Senin sampai Rabu pekan depan, anggota dan pimpinan DPRD Kota Cirebon memasuki masa reses persidangan pertama tahun 2018. Para wakil rakyat hanya punya waktu tiga hari untuk menjalankan agenda temu konstituen itu.

Namun demikian, agenda reses yang bertepatan dengan tahun politik menjelang Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 27 Juni 2018 itu rawan ditunggangi. Karena berpotensi dimanfaatkan bakal calon walikota dan wakil walikota untuk ikut “unjuk gigi” di tengah masyarakat bersama anggota dewan.

Pemerhati politik Cirebon, Sutan Aji Nugraha menilai, kehadiran bakal calon walikota atau wakil wlaikota pada agenda reses tidaklah menyalahi aturan apapun. Hanya saja, menurutnya, ada etika berpolitik yang harus dijaga. Pasalnya, kegiatan reses dibiayai oleh APBD.

“Kalau reses itu ditumpangi oleh bakal calon walikota maupun wakil walikota dalam rangka mengampanyekan dirinya, memang tidak ada aturan yang dilanggar. Tapi lebih kepada persoalan attitude atau etika saja,” ungkap Aji, kemarin.

Lantaran pembiayaan reses itu bersumber dari APBD, Aji menilai, baiknya digunakan sebagaimana mestinya. Jangan ada agenda lain, di luar prinsip reses yaitu menghimpun aspirasi dari konstituen masing-masing anggota dewan. “Memang perlu diwaspadai juga. Jangan sampai uang rakyat disalahmanfaatkan dalam penggunaannya,” kata dia.

Untuk itu, Aji mengingatkan agar Panwaslu Kota Cirebon jeli dalam mengawasi jalannya reses dewan, terlebih jika dihadiri bakal calon walikota maupun wakil walikota. “Saya kira panwaslu harus jeli dan mengawasi. Jika ada unsur pelanggaran, silakan diproses berdasarkan aturan. Tapi kalau tidak ada unsur pelanggaran, jangan mengada-ada,” kata penulis buku Bunga Rampai Sang Ideolog itu.

Sementara terpisah, Sekretaris Dewan (Sekwan), Drs Sutisna MSi menyampaikan, reses dewan dipastikan pada 5-7 Februari pekan depan. Tiap wakil rakyat punya kesempatan untuk bertemu dengan konstituennya, maksimal 400 orang.

“Kuotanya 400 orang maksimal. Bisa satu kali pertemuan, bisa juga sampai empat kali pertemuan,” ungkap Sutisna, di ruang kerjanya. Masa reses hanya tiga hari. Karena pada 8 Februari akan digelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian LKPj walikota dan pada 12 Februari ada penetapan pasangan calon walikota dan wakil walikota oleh KPU.

Disampaikan Sutisna, pada prinsipnya agenda reses adalah berkunjung ke daerah pemilihan (dapil) anggota dewan tersebut, kemudian bertemu konstituen, menyerap aspirasi dan menyampaikan pertanggungjawaban secara politis kepada konstituen. “Kalau ada pesan politik tertentu, di luar kewenangan kami,” katanya.

Mengenai tunjangan, Sutisna menyebutkan, akan diberikan kepada masing-masing anggota dewan sebelum mereka melaksanakan kegiatan reses. Besarannya, lima kali dari gaji pokok pimpinan DPRD sebesar Rp2.100.000. Artinya, tiap wakil rakyat akan mengantongi sekitar Rp10 juta tunjangan untuk reses.

“Diberikan di awal, ketika sudah mengajukan akan reses. Tapi kalau tidak reses, sampai seminggu setelah masa reses berakhir, wajib mengembalikan. Itu di luar biaya operasional, makan dan minum yang sudah ditanggung juga oleh kita,” jelasnya.

Di sisi lain, Sutisna menyampaikan, ada yang berbeda dengan reses masa persidangan pertama di 2018 ini. Hasil dari kegiatan reses akan dimasukkan ke aplikasi Simreda (Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah), paling lambat 1 Maret. “Nanti aspirasi itu bisa diinput oleh masing-masing anggota dewan, karena masing-masing punya user name dan pasword,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Reses Dewan Rawan Ditunggangi Bacawalkot "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...