Rel Terendam, Kereta Lumpuh


rel kereta cirebon terendam banjir

RAKYATCIREBON.CO.ID – Banjir besar yang menerjang wilayah timur Kabupaten Cirebon mengakibatkan perjalanan kereta api (KA) yang melibtasi Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon lumpuh total. Rel KA, baik jalur utara maupun selatan menuju dan dari Jawa Tengah terendam air, sehingga tidak memungkinkan dilintasi.

Banjir yang dipicu luapan Sungai Cisanggarung setelah hujan dengan intensitas tinggi pada Jumat (23/2) dinihari sekitar pukul 00.30 WIB merendam jalur KA di titik antara Stasiun Ketanggungan-Stasiun Ciledug. Banjir di jalur KA tersebut pertama kali diketahui warga yang segera mengabarkan kepada petugas Stasiun Ciledug.

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Krisbiyantoro menyampaikan, setelah mendapati laporan warga sekitar pukul 00.44 WIB, pihaknya langsung mengambil langkah dengan membatasi kecepatan KA menjadi 10 km/jam, pada jalur menuju Jawa atau hulu dan 20 km/jam pada jalur hilir atau menuju Cirebon.

Sekitar dua jam kemudian atau pukul 02.45 WIB, kedua jalur itu dinyatakan tak bisa dilalui KA. “Atas kondisi ini, kami memohon maaf, karena terjadi keterlambatan,” ungkap Kris.

Dijelaskan Kris, guna memberikan pelayanan terhadap penumpang, pihaknya melakukan rekayasa pola operasi overstapen, yaitu diantar menggunakan bus. Pola ini di antaranya berdampak terhadap penumpang sejumlah KA.

Diantaranya KA 62 dan KA 64 (Tegal Bahari) yang seharusnya berakhir di Stasiun Tegal, akibat banjir harus berakhir di Cirebon, untuk KA 210 (Tegal Ekspres) tujuan Stasiun Tegal berakhir di Stasiun Prujakan Cirebon.

Sedangkan KA 63 dan KA 65 (Tegal bahari) yang seharusnya berangkat dari Stasiun Tegal, akhirnya diberangkatkan dari Stasiun Cirebon. Demikian juga KA 210 (Tegal Ekspres) pemberangkatan awal dari Stasiun Prujakan Cirebon. Untuk penumpang KA 1 (Argo Anggrek) tujuan Stasiun Gambir, penumpang dipersilakan turun di Stasiun Tanjung.

“Kemudian para penumpang diangkut bus (overstapen) ke Stasiun Cirebon untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan dengan KA 2 (Argo Anggrek)," jelas Kris.

Ditambahkannya, untuk penumpang KA 122 (KA Sawunggalih) relasi Pasar Senen-Kutoarjo, penumpang dipersilakan turun di Stasiun Cirebon. Mereka kemudian diangkut bus ke Stasiun Tegal untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Stasiun Kutoarjo dengan KA 121 (KA Sawunggalih).

Rekayasa yang sama juga diberlakukan untuk arah sebaliknya, di mana penumpang KA 121 (KA Sawunggalih) dipersilakan turun di Stasiun Tegal. Mereka kemudian diangkut bus ke Stasiun Cirebon untuk melanjutkan perjalanan ke Stasiun Pasar Senen dengan KA 122 (KA Sawunggalih).

Penumpang KA 7 (KA Argo Lawu) di Stasiun Prupuk overstapen ke Stasiun Cirebon, kemudian melanjutkan perjalanan dengan KA 10 (KA Dwipangga). Sebaliknya, penumpang KA 10 (KA Argo Dwipangga) di Stasiun Cirebon overstapen ke Stasiun Prupuk dengan KA 7 (KA Argo Lawu).

"Penumpang KA 52 (KA Taksaka) di Stasiun Cirebon overstapen ke Stasiun Prupuk dengan KA 51 (KA Taksaka). Sebaliknya, penumpang KA 51 (KA Taksaka) di Stasiun Prupuk overstapen dengan KA 52 (KA Taksaka)," tuturnya.

Masih dikatakan Kris, bagi para pengguna jasa KA yang hendak membatalkan perjalanan dengan tiket yang telah dibeli, pihaknya akan mengembalikan bea 100 persen untuk sejumlah KA yang terdampak banjir di wilayah tersebut.

Proses pembatalan tiket dapat dilakukan di stasiun keberangkatan penumpang atau di stasiun lain yang melayani pembatalan dan pengambilan bea tiket. "Batas maksimal pengembalian bea sampai tiga hari setelah jadwal kedatangan KA," kata dia.

Hingga kemarin sore, PT KAI Daop 3 Cirebon berupaya mempercepat upaya proses pemulihan dan perbaikan jalur KA Ciledug-Ketanggungan dengan menambah material batu balas. Pada pukul 16.50 WIB, kata Kris, jalur hulu (barat ke timur) antara Ciledug-Ketanggungan sudah bisa dilewati dengan kecepatan 5 kilometer/jam.

"KA pertama yang berhasil melintas yakni KA 174 (Gayabaru Selatan)," katanya. Pada pukul 19.30 WIB tadi malam, Kris mengabarkan, di petak Tanjung-Losari pada jalur hilir ketinggian air terdalam mencapai 58 cm di KM 185+7/8 dan jalur hulu di KM 185+8/9 dengan ketinggian air terdalam 40 cm.

Sementara itu, seorang penumpang KA di Stasiun Cirebon, Samsudin mengaku pasrah, ketika keberangkatan KA menuju arah Jawa Tengah tak bisa berangkat. Ia ikut dalam rombongan yang diangkut PT KAI menggunakan bus. “Bagaimana lagi? Ini faktor alam, tidak bisa dilawan. Kita pakai bus juga sudah bersyukur,” katanya, di Stasiun Kejaksan Cirebon. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Rel Terendam, Kereta Lumpuh"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus