Pemuda Desa Dilatih Membuat Pupuk Organik


cara membuat pupuk organik ternyata mudah

RAKYATCIREBON.CO.ID - Puluhan pemuda perwakilan dari tiap-tiap Desa di Kabupaten Kuningan, dilatih membuat pupuk organik untuk meningkatkan perekonomian mereka, yang dilaksanakan oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan.

Panitia penyelenggara Tasjuda SSos MPd mengatakan, bimtek kewirausahaan pemuda ini, sejatinya untuk mengakomodasi jenis kreasi para pemuda yang ada di daerah.

Hal itu untuk turut mendukung kemajuan dan kreativitas pemuda sebagai salah satu bentuk nyatanya pelayanan pemerintah.

"Programnya berupa memberikan pelatihan serta praktek cara membuat pukuk organik, sehingga dapat menghasilkan pemuda yang berkreasi dan berinovasi," jelasnya.

Ditambahkan Tasjuda, peserta yang mengikuti bimtek ini perwakilan dari 12 Desa di Sembilan Kecamatan, dirinya berharap dengan adanya bimtek ini untuk menyiapkan generasi muda dibidang ke wirausahaan dengan memanfaatkan limbah kotoran menjadi tempat usaha bagi pemuda.

“limbah kotoran bukan hanya sampah rumah tangga saja, seperti memanfaatkan kotoran hewan menjadi pupuk organik, bimtek ini bukan hanya teori serta praktek saja melainkan dibimbing bagaimana cara pemasarannya,” katanya.

Dalam bimtek ini, kata Tasjuda, pihaknya menghadirkan dua narasumber yang sudah kompeten dibidangnya, untuk memotivasi para pemuda agar kreatif menciptakan wirausaha yang handal sesuai potensi yang dimiliki oleh Desanya.

Salah seorang peserta, Heru Haerudin dari Desa Sembawa mengatakan, mata pencaharian warga desa Sembawa adalah bertani serta beternak, dan hampir setiap warga memiliki lahan pertanian serta memelihara ternak sapi dan kambing.

"Warga menginginkan untuk bisa memproses pembuatan pupuk organik secara benar. Program tersebut telah berjalan namun kami bingung dalam hal pemasaran produk pupuk organik,” ujarnya.

Menurut dia, pembuatan pupuk organik sudah berjalan dan di kelola oleh kelompok tani, pupuk organik tersebut cukup untuk di wilayah pertaniannya namun belum bisa dipasarkan hingga keluar desa. 

"Pemuda Desa Sembawa sejak lama sudah mempunyai prinsip dari limbah pertanian untuk pakan ternak hewan dari limbah kotoran hewan untuk pupuk di lahan pertanian," katanya.

Kadisporapar Drs Jaka Chaerul berharap melalui bimtek pelatihan pembuatan pupuk organik dapat meningkatkan penghasilan dan bisa lebih mengirit dana pembelian pupuk karena pupuk di produksi sendiri.

"Kami berharap pemuda bisa memanfaatkan potensi yang ada di desanya, semangat belajar dan jangan cepat puas dengan meningkatkan pengetahuan dengan cara belajar mengikuti pelatihan-pelatihan," kata Jaka.

Ia meminta petani dan peternak selalu menjaga komunikasi saling membantu dan bergotong-royong untuk kekuatan bersama. "Petani adalah tonggak kehidupan yang memberikan sumber pangan pada kita semua," katanya.

Praktisi ahli pembuatan pupuk organik Maryoto menambahkan, pada dasarnya pengolahan pembuatan pupuk organik itu tidak susah. Kuncinya, mau mengolah atau tidak. Kunci utama membuat pupuk kompos, rajin mengaduk bahan pupuk maksimal satu minggu sekali.

Bila suhu kompos lebih dari 60 derajat, maka bakteri pengurainya akan mati. "Begitu juga pembuatan pupuk organik cair juga harus rajin mengaduk setiap pagi selama 14 hari, selain di tambahkan bahan lainnya," jelasnya. (ale)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Pemuda Desa Dilatih Membuat Pupuk Organik"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus