Ono Tidak Setuju Impor Beras Masuk ke Daerah Lumbung Padi

politisi pdip ono surono tolak impor beras

RAKYATCIREBON.CO.ID  -  Turunnya Harga Gabah Kering Panen (GKP) petani di Kabupaten Indramayu disoroti anggota DPR RI Komisi IV, Ono Surono. Pihaknya mendorong agar adanya pemetaan dalam distribusi makanan pokok yang didatangkan dari luar negeri.

"Ini yang kami khawatirkan. Apabila impor beras masuk ke Indramayu, maka petani dipastikan tidak mendapat harga gabah yang tinggi, ” ungkap Ono saat di konferensi pers mengenai turunya harga gabah didaerah.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu berpendapat, agar kebijakan impor yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat, tidak merugikan para petani.

Lantaran harga jualnya turun, perlu adanya pengaturan pada distribusi beras impor tersebut, bisa dengan melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang membutuhkanya.

Justru sebaliknya, wilayah penghasil padi jangan dimasukan, untuk menjaga nilai jual padi ditingkatan petani, sebagai upaya Pemerintah dalam mensejahterakan masyarakatnya.

Lanjut Ono, mengingat saat ini musim hujan, jelas menjadi kendala bagi para petani dalam mengeringkan hasil produksinya.

Sehingga dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung tersebut dipastikan olehnya, para petani tidak bisa maksimal. "Harus disiasati dengan mesin Dryer, proses pengeringan padi bisa dilakukan kapanpun," ucapnya.

Oleh karenanya, Ono mendorong agar Pemerintah Desa mempunyai mesin pengering modern, dalam pengelolaanya bisa menggunakan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Gapoktan atau lainya.

Seiring dengan itu, juga mendorong Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk bisa segera dan maksimal dalam menyerap gabah dari para petani.

“Peran bulog ini memang harus lebih ditingkatkan, dengan harapan mampu meminimalisir penurunan harga gabah di tingkat petani,” tuturnya.

Seperti diketahui, di Daerah Jatimunggul Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu, didaerah Jatimunggul harga gabah kering hanya berkisar Rp4 ribu hingga Rp 4.500 per kilogram (kg).

Padahal akhir Oktober 2017 harga GKP di Kabupaten Indramayu rata-rata mencapai Rp6 ribu per kg, harga GKG  pada awal Tahun 2018 sempat menyentuh Rp8 ribu per kg. (yan)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Ono Tidak Setuju Impor Beras Masuk ke Daerah Lumbung Padi "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus