Minat Baca Tulis Warga Majalengka Masih Rendah

komunitas berbagi buku majalengka bagikan buku gratis

RAKYATCIREBON.CO.ID  - Berbagi Buku Majalengka merupakan sebuah gerakan sosial membagikan buku bacaan gratis. Gerakan ini digagas sekitar pertengahan tahun 2014 oleh beberapa anak muda Majalengka atas dasar keprihatinan kemampuan baca tulis masyarakat Majalengka yang masih rendah.

Hal itu terlihat dari IPM Majalengka yang masih di bawah rata-rata IPM Jawa Barat. Padahal, di sisi lain Majalengka lagi giat-giatnya membangun. Termasuk proyek Bandarudara Internasional di Majalengka.

Ketua Komunitas berbagi buku Majalengka, Otong Sunandar mengatakan, ketimpangan ini menimbulkan kekhawatiran. Jangan sampai masyarakat Majalengka hanya jadi penonton pesatnya pembangunan dan perekonomian di kota ini.

Menurutnya, masyarakat harus jadi pelaku pertumbuhan kota ini. Dari alasan itulah Berbagi Buku Majalengka hadir berperan kecil membantu masyarakat terutama anak-anak kecil di pelosok sebagai generasi penerus Majalengka.

“Berbagi Buku Majalengka menyediakan buku-buku bacaan tambahan yang didonasikan ke madrasah, kober, atau taman baca tempat mereka belajar. Harapannya agar pengetahuan dan kemampuan membaca mereka bertambah,” ujar Otong kepada Rakyat Cirebon, Minggu (18/2).

Donasi yang bisa diberikan, kata dia, bisa berupa buku-buku cerita bergambar, buku motivasi, ensiklopedia, baik kategori anak-anak atau umum, buku-buku paket pelajaran, atau berupa uang yang akan dikonversi menjadi buku.

Meski demikian, Berbagi Buku Majalengka juga membatasi penerimaan buku-buku dari para donatur. Seperti novel-novel romance (pacaran), buku-buku berisi ideologi/paham yang dilarang, buku berisi konten sensual, dan LKS (lembar kerja siswa).

“Kegiatan Berbagi Buku Majalengka diadakan tiga atau empat bulan sekali. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya donasi yang diterima dan terbatasnya relawan yang saat ini aktif bergabung,” tandasnya.

Para relawan yang saat ini aktif bergabung dari berbagai kalangan. Kebanyakan berprofesi sebagai karyawan, sebagian mahasiswa, dan ada juga yang berstatus siswa SMK. Domisili relawan tersebar di beberapa wilayah di Majalengka. Bahkan ada relawan yang di luar kota, seperti di Bandung.

“Siapapun bisa menjadi relawan Berbagi Buku Majalengka, tinggal gabung saja di setiap kegiatan Berbagi Buku Majalengka. Syaratnya harus punya semangat memajukan pendidikan di Majalengka,” tandasnya.

Ia juga menuturkan, kegiatan Berbagi Buku Majalengka tidak hanya sekadar penyerahan donasi buku saja. Tapi ada sesi sharing yang bermanfaat untuk anak-anak. Seperti, sharing bahaya rokok, bahaya bullying, bagaimana mereka harus menghargai terhadap sesame. Serta sharing agar terhindar dari pelaku pedofil dan lain-lain.

“Apa yang telah dan sedang dilakukan Berbagi Buku Majalengka semoga bisa menginspirasi masyarakat Majalengka lainnya. Khususnya anak-anak muda untuk berkarya, untuk memberikan sumbangsih demi kemajuan kota Majalengka tercinta,” ujarnya.(hsn)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Minat Baca Tulis Warga Majalengka Masih Rendah"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus