Mengulang Rasa Pemilihan Walikota 2013

kpu kota cirebon tetapkan nomor urut kandidat

RAKYATCIREBON.CO.ID – Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 27 Juni mendatang ternyata tak bisa lepas dari aroma pilwalkot edisi 2013 lalu. Setidaknya dari nomor urut pasangan calon. H Bamunas S Boediman (Oki) akan menyandang nomor urut 1 dan petahana Drs Nashrudin Azis SH mendapatkan nomor urut 2.

Komposisi itu sama persis dengan Pilwalkot 2013. Kala itu, Oki berpasangan dengan Drs Priatmo Adji mendapat nomor urut 1, sedangkan Azis yang menjadi calon wakil walikota pendamping Drs Ano Sutrisno MM (alm) berada di nomor urut 2. Bedanya, pada 2013 terdapat lima pasang kontestan, pada Pilwalkot 2018 hanya dua pasang. Saat itu, Ano-Azis jadi pemenang, disusul pasangan Oki-Adji di ranking kedua.

Kepastian Oki bersama pendampingnya Effendi Edo SAP MSi mendapat nomor urut 1 dan Azis bersama pendampingnya Dra Hj Eti Herawati mendapat nomor urut 2, diketahui setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon menggelar pengundian nomor urut pasangan calon (paslon), Selasa (13/2), di Hotel Prima.

“Yang memilih Pak Edo, saya hanya mengambil saja. Nomor 1 ini hanya identitas saja. Sebenarnya, bisa juga a, b, c. Cuma identitasnya pakai nomor,” ungkap Oki, kepada sejumlah wartawan, usai pengundian nomor urut paslon.

Ia menambahkan, saat ini setelah pengundian nomor urut, pihaknya tengah membahas program untuk kampanye‎ dan perumusan masalah budgeting. “Karena juga, banyak persyaratan KPU yang mesti kita penuhi, temasuk limitasi-limitasi. Kemudian alat peraga yang mesti dipasang,” ujarnya.

Dengan telah ditetapkannya paslon dan nomor urut, Oki menilai, kompetisi dimulai. Semua tim mulai bekerja. “Bukannya sekarang selesai. Tapi mulai bekerja, mudah-mudahan setelah tanggal 15 Februari ini programnya bisa kita jalankan,” kata dia.

Ditanya mengenai upaya untuk mencegah kampanye hitam atau black campaign, Oki mengaku tak percaya itu. “Dari 2013, saya t‎idak pecaya sama itu (black campaign, red). Kalau kita tidak mau diganggu orang, jangan mengganggu orang lah. Saya prinsipnya itu aja,” tuturnya.

Maka dari itu, Oki mengingatkan kepada semua tim sukses maupun relawannya, untuk tidak menggunakan upaya black campaign. Terlebih lagi, saat ini media sosial semakin mudah diakses dan menjadi sarana untuk berkampanye.

“Saya selalu bilang kepada‎ tim, apalagi sekarang ada sosial media, hati-hati. Karena bukan hanya berakibat kepada pribadi, kepada tim. Jadi, kalau sayang sama saya, berhati-hatilah menggunakan sosial media,” kata dia.

Di tempat yang sama, Azis nampaknya bersyukur dengan didapatkannya nomor urut 2 untuk di Pilwalkot 2018 ini. Dia menyebutkan, ada romantisme dengan nomor urut 2, dimana pada Pilwalkort 2013, dia bersama Ano (alm) meraih kemenangan dengan nomor urut itu.

“‎Saat Pilwalkot 2013 saya mendapatkan nomor urut 2 dan saat itu menang. Mudah-mudahan ini hal positif. Saya sangat bersyukur,” ungkap Azis.

Menurut Azis, ada makna filosofis dari nomor urut 2 yang didapatkannya. Selain victory kemenangan. “Nomor 2 itu menunjukkan bahwa menjadi orang itu tidak boleh congkak. Tapi juga tidak boleh minder. Tapi intinya, menunjukkan nomor 2 itu tidak congkak,” kata dia.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Cirebon, Emirzal Hamdani SE Ak mengimbau kepada semua pihak, tidak hanya paslon, untuk tetap menjaga integritasnya dalam mengikuti Pilwalkot 2018 ini. Terlebih anggaran yang digunakan tidaklah sedikit.

“Jangan hanya perebutan kekuasaan. Tapi untuk pembelajaran. Jangan kita terpecah belah. Harusnya berbeda itu menjadi warna yang indah,” kata Emir.

Setelah pengundian nomor urut, dilanjutkan dengan deklarasi pilwalkot damai. Dua paslon menandatangani pernyataan kesiapan mengikuti pilwalkot dengan damai, bersama stake holder terkait lainnya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Mengulang Rasa Pemilihan Walikota 2013"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...