Lima Kecamatan Terendam Banjir, 43 Ribu Jiwa Terpaksa Mengungsi

banjir di cirebon telan tiga korban jiwa

RAKYATCIREBON.CO.ID - Banjir yang menerjang wilayah Cirebon timur menelan tiga korban jiwa. Hal ini seperti disampaikan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon Eman Sulaeman.

Ketiga korban meninggal itu, berasal dari Desa Jatiseeng dan Desa Ciledug Lor. “Dua dari Jatiseeng dan satu dari Ciledug Lor,” tuturnya.

Penyebab kematiannya, kata Eman ada salah satunya karena sedang dalam keadaan sakit, tidak bisa berjalan. Ketika hendak dilakukan evakuasi, korban lebih memilih tinggal dirumahnya.

“Diduga saat banjir terus meluap dan meninggi korban tidak mampu berjalan, dan meninggal ditempat. Sedangkan dua lainnya, sudah dievakuasi, hanya pada saat diperjalanan menuju ke rumah sakit, meninggal dunia,” papar Eman.

Tiga korban tersebut adalah Carliyah 43 tahun, Unal 70 tahun dan Itung 40 tahun. Adapun untuk jumlah pengungsi, Eman menjelaskan terdapat kriteria untuk para pengungsi. Menurutnya, pengungsi yang mendapatkan perhatian adalah mereka yang mengungsi di Desa-desa yang bukan ke rumah saudaranya.

Karena, banyak dari para pengungsi yang lebih memilih tinggal disodaranya. “Yang kita data, mereka yang ngungsi di pengungsian desa,” kata dia.

Pihaknya sudah menyiapkan tenda, karena keterbatasan, tenda hanya diperuntukan untuk kelompok rentan. Seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Sementara untuk korban luka berat belum dihitung. Tapi berdasarkan informasi yang telah diterimanaya, diakuinya ada.

“Kan kriterianya bervariasi. Misalkan ada yang luka, saat evakuasi atau ada yang luka karena terbawa arus, ada juga yang jatuh dari atas ketika hendak mendarat ke perahu karet,” papar dia.

Adapun untuk kerugian material, meskipun sudah mengantongi beberapa kerugian, tetapi Eman mengaku semuanya belum dihitungnya.

Karena saat penanganan pasca banjir in, baru sebatas melakukan penanganan korban dan pengungsi. “Kita fokus ke jiwanya dulu untuk fasilitas umum, nanti ada team khusus,” papar dia.

Sementara berdasarkan informasi yang berhasil wartawan koran ini himpun, dari lima Kecamatan yang terendam banjir, untuk rumah yang terendam jumlahnya mencapai 9.298 rumah, kemudian 10.649 KK dan 43.268 jiwa.

Angka tersebut, belum terhitung dengan fasilitas umum lainnya. Sebagaimana diketahui, banjir telah memporakporandakan berbagai fasilitas umum. Seperti jalan, jembatan, tanggul-tanggul jebol, gedung-gedung sekolah serta kantor pemerintahan dan puskesmas. (zen)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Lima Kecamatan Terendam Banjir, 43 Ribu Jiwa Terpaksa Mengungsi"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus