Korban Banjir Takut Pulang, Masih Bertahan di Tempat Pengungsian

korban banjir di wilayah cirebon timur diungsikan

RAKYATCIREBON.CO.ID -Sudah tiga hari, korban banjir mengungsi di Alun-alun Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebob. Mereka mengungsi lantaran kondisi rumah tinggalnya belum bisa ditempati.

Hal ini diakui salah satu warga dari Blok Awi, Desa Ciledug Wetan, Wiwi yang sudah tiga hari ini, dirinya menginap di alun-alun. Tidur hanya beralaskan pakaian bekas hasil bantuan dari  para donatur.

Wiwi mengaku, selama di pengungsian, untuk logistik makanan, belum pernah kurang. Begitupun dengan pakaian, semua kebutuhan itu terpenuhi bahkan dianggap lebih dari cukup. "Untuk makan dan pakaian, kita nggak kekurangan mas, makan semaunya. Pakaian juga bebas milih," akunya kepada Rakyat Cirebon, Minggu (25/2).

Wiwi mengaku, sampai Minggu siang, dirinya belum meninjau rumah tinggalnya. Hanya saja, suaminya sudah melihat kondisi rumah, dan diketahui sudah berantakan. “Suami tadi yang sudah melihat. Berantakan, belum sempat dibereskan, tebel lumpurnya,” kata dia.

Ia pun mengaku belum berani kembali ke rumah. Meskipun kedinginan tidur di Alun-alun, diakuinya sampai sejauh ini, tidak menjadi kendala. Ia mengaku, yang terpenting selamat. ”Saat ini, di alun-alun tempat paling aman. Masjid sudah penuh, kita disini juga desak-desakan, kalau malam hujan, ya kehujanan, istirahat sebisanya,” kata dia.

Selama di pengungsian, berbagai fasilitas kesehatan pun sudah didapatkan dengan baik. "Kan dari petugas kesehatan selalu mengarahkan kepada kami, kalau ada yang dirasakan, baik demam, pusing atau pun apa, suruh cepat-cepat diperiksakan. Kebetulan berdekatan dengan puskesmas," kata Wiwi.

Kendatipun demikian, tetap saja, tidak terhindar dari penyakit. Bahkan ia mengaku seringkali mengalami gatal-gatal. "Ya kalau untuk penyakit, suami saya yang sudah terkena batuk-batuk. Kalau saya hanya gatal-gatal saja," papar dia.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Cirebon, Hj Enny Suhaeni untuk fasikutas kesehatan pasca banjir diakuinya sejauh ini masih aman. Hanya saja, masih banyak kebutuhan seputar masker.
“Kebetulan untuk obat-obatan kita masih aman, karena kebetulan dari puskesmas lain juga banyak yang memberikan bantuan,” kata dia.

Ia pun tidak mempungkiri, pasca banjir, dipastikan banyak gejala kesehatan yang akan diderita oleh masyarakat. Makanya, ia mengimbau untuk anak-anak diharapkan jangan terlalu banyak bermain dilokasi yang becek, atau di atas lumpur. Karena dampaknya nanti akan mengakibatkan rasa gatal.

Adapun untuk layanan kesehatan, selama 24 jam terbuka bagi masyarakat. Ketika untuk sekadar mengobati penyakit-penyakit ringan, bisa terlayani di Puskesmas Ciledug. “Bisa kalau hanya untuk mengobati, tapi untuk perawatan dan lainnya belum bisa, karena kebetulan kemarin puskesmas juga kena,” ujar dia.

Saat ini pihak kesehatan belum bisa memastikan sampai kapan akan dilakukan fogging. Karena, kondisi rumah warga sendiri belum aman. “Belum bisa dilakukan dalam waktu singkat ini. Karena harus dibersihkan terlebih dulu,” pungkas dia. (zen)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Korban Banjir Takut Pulang, Masih Bertahan di Tempat Pengungsian"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus