Dana Kampanye Maksimal Rp20 Miliar, Kandidat Tidak Bisa Jor-joran

kpu kota cirebon tetapkan batas maksimal dana kampanye

RAKYATCIREBON.CO.ID – Bakal pasangan calon (bapaslon) walikota dan wakil walikota kontestan Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon 27 Juni mendatang, tak bisa jor-joran menggunakan kemampuan finansialnya untuk berkampanye. Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon sudah menetapkan batas maksimal dana kampanye.

“Sabtu kemarin kami sudah rapatkan soal itu. Dana kampanye ditetapkan maksimal Rp20 miliar. Kurang dari itu boleh, tapi kalau lebih dari itu tidak boleh,” ungkap Komisioner Divisi Sosialisasi KPU Kota Cirebon, Dita Hudayani SH, Minggu (4/2) kemarin.

Dana kampanye, sambung Dita, dihitung untuk mencukupi kebutuhan belanja alat peraga, pertemuan terbatas, rapat umum yang sifatnya dalam rangka kampanye dan lainnya. “Ada regulasinya juga untuk penetapan maksimal dana kampanye ini,” ujar Dita.

Selain itu, sumbangan dana kampanye untuk bapaslon walikota dan wakil walikota juga dibatasi. Makanya, kata Dita, pada Senin (12/1) ini, masing-masing tim pemenangan bapaslon diminta untuk menyampaikan laporan awal mengenai dana kampanye ke KPU. “Besok (hari ini, red) laporan awal dari masing-masing tim pemenangan bapaslon,” katanya.

Sementara itu, Bakal Calon Wakil Walikota, Dra Hj Eti Herawati mengapresiasi, penetapan batas maksimal dana kampanye oleh KPU. Ia yang akan maju di pilwalkot bersama petahana Walikota Drs Nasrudin Azis SH, memastikan akan taat terhadap regulasi atau aturan main yang diterapkan KPU.

“Kami yakin, KPU dalam melaksanakan tugasnya selalu berdasarkan aturan yang ada. Mengenai pembatasan dana kampanye, kami  mengapresiasi karena tujuannya pasti baik dan kami  siap mematuhi itu,” ungkap Eti.

Politisi yang juga wakil ketua DPRD Kota Cirebon itu menilai, pembatasan dana kampanye juga untuk menghindari kesenjangan antar paslon dalam melakukan kampanye nantinya. “Ini sudah sangat baik aturannya. Tentu kami  harus taati bersama,” kata dia.

Hal senada disampaikan Bakal Calon Wakil Walikota, Effendi Edo SAP MSi. Ia menyatakan, akan mengikuti aturan main yang diterapkan KPU, termasuk soal pembatasan dana kampanye. Pihaknya juga tidak merasa keberatan dengan adanya pembatasan itu.

“Kami tidak keberatan dengan adanya pembatasan dana kampanye. Justru kami  melihat, pemerintah sudah sangat baik mengatur pelaksanaan pilkada ini. Sehingga saya optimis pilkada akan berjalan dengan baik dan semakin tertib. Orang akan mendukung itu dengan hati,” ungkap Edo.

Ia juga menilai, dengan dibatasinya dana kampanye, maka akan mengurangi potensi kesenjangan dalam berkampanye. Karena finansial untuk penyelenggaraannya dikontrol.

“Termasuk soal pembatasan APK (apat peraga kampanye, red) itu sudah bagus. Tidak ada kesenjangan, semuanya adil dan fair. Kami siap patuhi semua aturannya,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Dana Kampanye Maksimal Rp20 Miliar, Kandidat Tidak Bisa Jor-joran"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...