Ada Selisih 1.985 Data Pemilih, Panwaslu Minta DP4 Milik KPU Dicocokan

kpu dan panwaslu kota cirebon rapat  koordinasi

RAKYATCIREBON.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon melalui Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) masih melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih untuk Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 27 Juni mendatang.

Tapi kabarnya, terdapat perbedaan Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) antara Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dengan KPU.

Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Panwaslu kota Cirebon, Mohamad Joharudin MPd menjelaskan, pihaknya mendapatkan DP4 dari Bawaslu RI. Begitu juga KPU, mendapatkannya dari KPU RI.

“Ternyata di lapangan ditemukan perbedaan DP4 yang kita pegang dan KPU sedang coklit,” ungkapnya, usai menghadiri rapat di aula kantor KPU Kota Cirebon, Rabu (7/2).

Makanya, Johar menambahkan, pihaknya sudah meminta DP4 milik KPU untuk diteliti dan dicocokkan. Panwaslu meminta DP4 Kecamatan Kejaksan dan Pekalipan sebagai sampel.

“Karena sementara ini yang baru terdeteksi di Kecamatan Kejaksan, ada selisih sampai 1.985 pemilih pada DP4 milik Panwaslu dan KPU. Kita minta juga DP4 Kecamatan Pekalipan untuk jadi sampel yang diteliti. Jadi ada dua kecamatan sampelnya,” ujarnya.

Bahkan, sambung Johar, pihaknya merencanakan akan meminta DP4 tiga kecamatan lain ke KPU, jika pada penelitian di dua kecamatan itu menemukan selisih yang signifikan. “Karena harus sinkronisasi mengenai jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap, red), jangan sampai gejlok,” kata dia.

Dijelaskan Johar, upaya itu dilakukan pihaknya sebagai antisipasi. Jangan sampai pada pelaksanaan pilwalkot terjadi kekisruhan mengenai DPT. “Kita upayakan pencegahan. Jangan sampai ribut di ujung.‎ Makanya kita analisis data DP4,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Cirebon, Emirzal Hamdani SE Ak mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan dugaan gejloknya DP4 milik KPU dan Panwaslu. Karena saat ini masih dilakukan coklit. “Secara ril, kami belum melihat selisih itu. Karena masih proses coklit,” katanya.

Tapi jika benar terjadi selisih data, sambung Emir, pihaknya juga akan mempertanyakan DP4 yang disusun Kemendagri. Karena baik KPU maupun Bawaslu, mendapatkan DP4 itu dari Kemendagri.

“Kalau memang gejlok, kami juga mempertanyakan. Karena data itu dari Kemendagri yang diserahkan ke KPU RI dan Bawaslu RI, kemudian diserahkan ke pelaksana di tingkat bawah,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Ada Selisih 1.985 Data Pemilih, Panwaslu Minta DP4 Milik KPU Dicocokan"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...