Tes Kesehatan Paslon Dituding Hanya Formalitas

pengamat politik pertanyakan hasil tes kesehatan para kandidat

RAKYATCIREBON.CO.ID – Hasil tes atau pemeriksaan kesehatan terhadap pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Cirebon direncanakan akan diterima KPU Kota Cirebon hari ini. Berdasarkan jadwal rangkaian Pilkada Serentak 2018, penyerahan hasil pemeriksaan kesehatan yaitu pada Senin kemarin dan hari ini.

Ketua KPU Kota Cirebon, Emirzal Hamdani SE Ak mengatakan, pihaknya sampai kemarin sore belum menerima hasil pemeriksaan kesehatan terhadap pasangan Drs Nasrudin Azis SH-Dra Hj Eti Herawati dan H Bamunas S Boediman MBA-Effendi Edo SAP MSi. “Besok (hari ini, red) hasilnya kita terima,” kata Emir, Senin (15/1).

Dijelaskan Emir, hasil pemeriksaan kesehatan yang digelar di RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung itu akan disampaikan tim pemeriksa kesehatan yang terdiri dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).

“Tim pemeriksa kesehatan di tingkat provinsi akan menyerahkan kepada tim pemeriksa kesehatan tingkat kota. Kemudian barulah diserahkan kepada kita. Hasil pemeriksaan kesehatan itu menjadi salah satu persyaratan pencalonan,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui hasil pemeriksaan kesehatan, bisa diketahui kemampuan kesehatan kandidat untuk menjalankan tugas dan kewajibannya jika terpilih nanti. “Mampu atau tidak mampu menjalankan tugasnya nanti, bisa dilihat dari hasil pemeriksaan kesehatan itu,” kata dia.

Sementara itu, KPU mengumumkan bahwa ada dua pendaftar untuk Pilwalkot Cirebon 2018, yakni pasangan H Bamunas S Boediman MBA dan Effendi Edo SAP MSi, serta Drs Nasrudin Azis SH dan Dra Hj Eti Herawati. Selain itu, KPU juga membuka layanan kepada masyarakat untuk memberikan masukan dan tanggapan terhadap dua paslon yang sudah mendaftar.

Layanan penyampaian masukan dan tanggapan masyarakat itu dibuka sejak 10-16 Januari. Untuk masukan dan tanggapan masyarakat diserahkan secara tertulis, dilengkapi dengan identitas dan potokopi KTP, ke kantor KPU Kota Cirebon. Bisa juga melalui alamat email kpudcirebonkota@gmail.com.

Sayangnya, sampai layanan itu akan ditutup pada hari ini, belum ada satupun masukan maupun tanggapan masyarakat terhadap dua paslon walikota-wakil walikota. “Sampai hari ini (kemarin, red) belum ada yang masuk,” kata Emir.

Sementara itu, proses pelaksanaan tes kesehatan yang dijalani oleh para bakal calon kepala daerah selama ini dianggap hanya formalitas. Tidak adanya keterbukaan serta diloloskannya semua bapaslon membuat banyaknya pertanyaan mengenai sistem pemeriksaan kesehatan yang dijalankan.

Pengamat politik Afif Rivai mengatakan, tiap ajang pilkada pemeriksaan kesehatan para calon kepala daerah terkesan hanya seremoni. “Coba lihat saja setiap pilkada, transparan tidak hasilnya? Apakah hasilnya bisa diketahui publik secara luas?” kata Afif.

Menurutnya, tak hanya  seremoni , pemeriksaan tes kesehatan pun terkesan hanya menggugurkan kewajiban semata, sebab pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu rangkaian dalam tahapan setelah pasangan calon mendaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum.

“Makanya untuk pilkada serentak saat ini merupakan moment yang bagus agar semuanya serba transparan, publik berhak tahu kesehatan para calon kepala daerahnya, jangan ada yang disembunyikan,” katanya.

 Afif menambahkan, tim dokter yang menangani pemeriksaan kesehatan para calon kepala daerah diminta lebih seksama, kemudian mengumumkan secara serentak kepada masyarakat secara luas.

“Jangan sampai ada yang lolos, kalau kira-kira ada yang memiliki riwayat penyakit yang parah ya jangan diloloskan. Sebab, memimpin suatu daerah itu tidak mudah dan dibutuhkan pemimpin yang sehat secara jasmani maupun rohani. Kalau memiliki riwayat penyakit yang parah, sebaiknya jangan diloloskan,” katanya.

Afif juga berujar, salah satu indikator pemimpin yang berkualitas adalah bersih dari narkoba, sebab kepala daerah harus mampu membersihkan narkoba di daerah yang dipimpinnya.

“Pemeriksaan kesehatan kan bisa terdeteksi apakah dia pengguna narkoba atau bukan. Kalau kepala daerahnya saja tidak bersih dari narkoba, bagaimana dia mampu menjaga daerahnya dari narkoba?” ujarnya.(jri/yog)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Tes Kesehatan Paslon Dituding Hanya Formalitas"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...