Tega, Siswi SMP Buang Bayi Mungil ke Tempat Sampah

polisi ketahui pembuang bayi di larangan cirebon

RAKYATCIREBON.CO.ID - Senin pagi (22/01) kemarin, warga RW 11 Marga Mukti Kelurahan Larangan Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon dikagetkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki mungil dari sebuah tempat sampah.

Tepatnya, depan rumah warga yang berada di jalan Nuri VII.Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Rakyat Cirebon, bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh Junaenah (76) sekitar pukul 6.30 WIB.

"Malam ibu gak bisa tidur, pas pagi-pagi sekitar setengah tujuh, Ya Allah ini tangan bayi, masih ada ari-arinya, kaget sekali," ungkap Junaenah kepada sejumlah awak media.

Tidak seperti biasanya, lanjut dia, pada pagi kemarin ia tiba-tiba ingin membuka tempat sampah yang sudah lama tak ia lihat. Bentuk tempat sampahnya sendiri dibuat dari tembok dengan tutup dari seng.

"Aneh juga, kenapa ibu ingin buka tempat sampah itu. Padahal, jarang sekali dibuka. Sama sekali bayinya tidak menangis. Masih dalam keadaan hidup," lanjut dia.

Tak lama setelah ditemukan, bayi laki-laki yang diduga belum lama dilahirkan tersebut pun dibawa ke Puskesmas Larangan untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar SIK MHUM MSM melalui Kapolsek Seltim Kompol Suwitno SH membenarkan penemuan tersebut. Pihkanya langsung bergerak melakukan penyelidikan.

"Anggota kami langsung bergerak. Kami mengamankan bayi ke Puskesmas. Karena setelah diperiksa bayi masih dalam keadaan hidup," ungkap Suwitno.

Pada pengembangan kasus penemuan bayi tersebut, lanjut dia, kepolisian sudah memeriksa sedikitnya tujuh orang saksi yang merupakan tetangga dan beberapa yang diduga terlibat dalam pembuangan bayi di kompek perumnas itu.

Dugaan sementara pihak kepolisian, bayi tersebut dibuang oleh seseorang yang tinggal tak jauh dari TKP penemuan. Pasalnya, saat pagi digegerkan oleh penemuan bayi. Saat bersamaan, datang ambulance yang menjemput pasien yang mengalami pendarahan dan belakangan diketahui pasien pendarahan tersebut adalah RS (14), ibu si bayi.

Dari keterangan kepolisian, RS sendiri merupakan siswi kelas VIII di SMPN 6 Kota Cirebon yang bermasalah dan akhirnya di DO. Apalagi, lagi dalam beberapa bulan terakhir ia terlihat jarang keluar dari rumahnya.

"Saksi sudah diperiksa tujuh orang, tetangga di sekeliling TKP, dan yang menemukan awal. Sementara, yang diduga tersangka sudah ada, identitas sudah dikantongi, tapi masih tetap kami kembangkan," tutur Suwitno.

Penyelidikan lanjutan, kasus ini akan dilimpahkan ke Unit PPA Satreksrim Polres Cirebon Kota. Keadaan ibu korban yang mengalami pendarahan pun sudah mulai membaik. RS sendiri masih mendapatkan perawatan di sebuah RS yang informasinya tidak disebutkan pihak kepolisian. (sep)

Dapatkan berita terkini:

1 Response to "Tega, Siswi SMP Buang Bayi Mungil ke Tempat Sampah"

  1. Rusak nya masyarakat akibat rusaknya tatanan hidup di tengah masyarakat. Liberalisasi yang mengedepankan hawa nafsu membuat manusia bebas berbuat tanpa pikir dan rasa. Marah bercampur sedih melihat generasi saat ini yang telah dirusak oleh budaya liberal. Generasi muda yang seharusnya memiliki masa depan justru dirusak. Hingga lahir anak-anak tak berdosa yang tak jelas nasab dan kepengurusannya. Jauh dari rasa aman dan nyaman. Amat bertetangan kondisi ini jika Islam dijadikan sebagai aturan hidup, anak-anak dilindungi, generasi muda diayomi dan difasilitasi untuk berkarya, perempuan dihormati dan dimuliakan.

    BalasHapus

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus