Soal Dugaan Mahar PKS, Sumardi Minta Panwaslu Konfrontir Semua Pihak

panwaslu tunggu keputusan gakumdu soal dugaan mahar pks

RAKYATCIREBON.CO.IDPernyataan dua kader PKS, Ahmad Azrul Zuniarto dan Deni Siswanto yang membantah adanya permintaan mahar terhadap Brigjen Pol (Purn) Siswandi untuk rekomendasi calon walikota-wakil walikota, menuai respon keras dari DPD PAN Kota Cirebon.

Sekretaris DPD PAN, H Sumardi mengaku terkejut, ketika membaca berita di media massa, bahwa Azrul dan Deni berkilah telah berupaya meminta mahar kepada Siswandi. Sepanjang ingatan Sumardi, ceritanya berbeda. “Saya kaget juga saat baca berita hari ini (kemarin, red) kok bilangnya begini,” ungkapnya, kemarin (25/1).

Untuk itu, Sumardi menantang Panwaslu Kota Cirebon melakukan konfrontir atau mempertemukan semua pihak yang diduga tahu soal permintaan mahar politik itu. Upaya itu perlu dilakukan, guna menyusun kronologi yang persis mengenai dugaan permintaan mahar politik.

“Panwaslu saya minta untuk konfrontir. Hadirkan semua pihak terkait dan dalam persoalan itu. Biar jelas duduk perkaranya. Jangan ini beda, itu beda. Ini harus diperjelas segamblang mungkin,” kata anggota Fraksi PAN DPRD Kota Cirebon itu.

Sumardi sendiri siap untuk hadir, jika Panwaslu mengambil upaya konfrontir. Menurutnya, persoalan itu harus tuntas. Agar menjadi pembelajaran dalam berdemokrasi yang baik. “Saya siap untuk datang kalau ada konfrontir,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kota Cirebon, Susilo Waluyo sendiri mulai irit bicara saat ditanya mengenai kelanjutan kasus dugaan permintaan mahar dari PKS terhadap Siswandi. “Itu di Gakkumdu ranahnya. Keputusannya (lanjut atau tidak, red) menunggu rapat dulu. Minggu ini ada keputusannya,” kata Susilo.

Dua orang yang disebut-sebut membangun percakapan yang mengarah ke mahar politik dari PKS terhadap Brigjen Pol (Purn) Siswandi, yakni Ahmad Azrul Zuniarto MFarm dan Deni Siswanto, akhirnya diperiksa tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) di kantor Panwaslu Kota Cirebon, Rabu (24/1). Keduanya membantah meminta mahar kepada Siswandi.

Mengenai keinginan Azrul untuk bertemu Siswandi di Stasiun Kejaksan, mantan anggota DPRD Kota Cirebon periode 2009-2014 itu mengaku, dirinya hanya ingin menanyakan komitmen Siswandi jika misalkan direkomendasi DPP PKS. Komitmen itu maksudnya untuk Azrul menyampaikan ke DPP, dengan harapan rekomendasi diterbitkan.

“Saya ingin bertemu di stasiun untuk memastikan komitmen Pak Siswandi bagaimana. Supaya saya sampaikan ke DPP. Jadi, DPP belum mengeluarkan rekom, pasti ada sesuatu. Tapi kalau Pak Siswandi bisa mengklarifikasi langsung, ini kan bagus,” katanya.

Di saat bersamaan, kata Azrul, ada juga utusan DPD PKS yang bersiaga di DPP. Sehingga jika DPP PKS menerbitkan rekomendasi, bisa segera dibawa ke Kota Cirebon. Diakui Azrul, langkah itu inisiatif dirinya agar PKS bisa mengikuti pilkada. “Siapa tahu, saya didengar oleh DPP, setelah saya bertemu dengan Pak Siswandi. Jadi tidak ada yang dibilang mahar. Sama sekali tidak ada mahar,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Soal Dugaan Mahar PKS, Sumardi Minta Panwaslu Konfrontir Semua Pihak"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...