Sekjen PAN: Jangan Gugat PKS!

sekjen pan minta pan dengan pks kota cirebon islah

RAKYATCIREBON.CO.ID – Rencana DPD PAN Kota Cirebon untuk menggugat PKS lantaran tidak terbitnya rekomendasi Bakal Calon Walikota, Brigjen Pol (Purn) Siswandi dan Dra Hj Euis Fety Fatayaty MSi, menuai respon dari elit DPP PAN. Partai berlambang matahari itu dilarang melayangkan gugatan apapun kepada PKS.

“Tidak usah main gugat-menggugat. Sudah islah saja. Jaga ukhuwah islamiah. Lakukan tabayyun (klarifikasi, red) dan islah. Menggugat tidak akan menyelesaikan masalah. Hanya memperpanjang saja. Jangan menggugat PKS,” ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN, H Eddy Soeparno SH MH, kepada Rakyat Cirebon, Senin (15/1).

Instruksi untuk tidak melayangkan gugatan apapun kepada PKS, kata Eddy, karena Koalisi Umat yang terdiri dari PAN, PKS dan Partai Gerindra punya agenda besar untuk memenangkan pasangan Sudrajat-Syaikhu di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 27 Juni mendatang.

“Karena kita harus kerjasama lagi dalam kerja besar memenangkan Pilgub Jabar,” kata pria yang sempat berencana bertarung di Pileg 2019 dari daerah pemilihan (dapil) Cirebon-Indramayu itu.

Meski demikian, Eddy tak memungkiri, batalnya Koalisi Umat mengusung cawalkot-cawawalkot di Cirebon menimbulkan kerugian tersendiri bagi pihaknya. Namun, DPP PAN bersikap bijak. “Kalau bicara dirugikan, ya dirugikan. Tetapi kita di DPP menganggap sudah merupakan kejadian yang harus kita ambil hikmahnya,” kata dia.

Lantas, kemana sikap PAN? Mendukung petahana Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH dan calon wakilnya, Dra Hj Eti Herawati atau pasangan H Bamunas S Boediman MBA dan Effendi Edo SAP MSi? Untuk sementara ini, DPP PAN memberi kebebasan kepada DPD PAN Kota Cirebon untuk menentukan.

“Siapapun yang akan dipilih oleh DPD PAN, mau arahnya ke Pak Oki atau Pak Azis, terserah saja. Kita bebaskan mereka memilih. Tinggal DPD berkoordinasi saja dengan DPW PAN Jabar saja,” katanya.

Sementara itu, dalam keterangan tertulisnya yang diunggah di situs resmi DPP PKS, Sekretris Umum DPW PKS Jabar, Ir Abdul Hadi Wijaya MSc menjelaskan, terkait berita yang berkembang di media sosial yang mengindikasikan adanya praktik yang mengarah ke adanya permintaan uang kepada Siswandi, pihaknya telah melakukan investigasi.

“Kepada semua pihak di internal PKS yang terlibat dalam proses penerbitan SK untuk bakal calon walikota dan wakil walikota Cirebon,” kata Abdul Hadi, Minggu (14/1).

Pihaknya sudah mengonfirmasi kepada Siswandi, guna menanyakan siapa oknum yang meminta dana kepada dia dan bagaimana prosesnya. “Namun beliau (Siswandi, red) tidak bisa menyampaikan jawaban yang pasti,” katanya.

Dijelaskan lebih lanjut, proses penentuan kandidat kepala daerah Kota Cirebon cukup dinamis. Semua komunikasi antarstruktur juga terdokumentasi rapih. “Sepanjang catatan kami, DPW PKS Jawa Barat tidak pernah memproses nama Siswandi-Euis. Dan DPP PKS mustahil memproses nama yang tidak diajukan secara resmi oleh DPW,” ujarnya.

Dengan demikian, kata Abdul Hadi, bahwa pemberitaan terkait adanya persyaratan materiil tertentu dari PKS kepada Siswandi yang menjadi sebab tidak terbitnya SK bakal calon walikota/wakil walikota Cirebon adalah tidak benar. PKS memahami kekecewaan beberapa pihak atas proses penentuan calon walikota/wakil walikota Cirebon.

“Dan mengharapkan agar kejadian ini menjadi bahan perbaikan bagi semua pihak, serta tidak menghalangi silaturahmi dan kerjasama konstruktif di masa-masa mendatang untuk kebaikan masyarakat, umat dan bangsa,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Sekjen PAN: Jangan Gugat PKS!"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus