Rekom Diubah, KDM Merasa Didzalimi

jelang pendaftaran pilwalkot cirebon koalisi umat bubar

RAKYATCIREBON.CO.ID  –  Pertarungan perebutan rekom di tubuh koalisi umat pada detik-detik terakhir mendekati ditutupnya pendaftaran oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon  memunculkan banyak kejutan.

Sebelumnya Dede Muharam disebut-sebut berhasil mengantongi rekomendasi dari DPP Gerindra, namun terakhir ternyata DPP Gerindra menuliskan nama Siswandi dalam surat rekomendasi sebagai nama yang akan diusung pada pilwalkot mendatang.

Saat diwawancarai sejumlah wartawan, Dede Muharam mengaku menjadi pihak yang terdzolimi pada pertarungan perebutan rekomendasi di DPP Gerindra.

"Di Gerindra saya mengikuti seluruh tahapan yang ada, di tengah jalan banyak lika-liku tapi saya akan tetap sportif, dan sampai hari ini saya sadar saya tidak diperlakukan adil oleh DPC Gerindra Kota Cirebon," ungkap KDM, sapaan akrabnya di hadapan sejumlah awak media, kemarin.

Terlebih pada saat-saat terakhir ini, KDM merasa DPP tidak berlaku fair kepadanya, dimana pada hari Selasa dini hari (09/01) kemarin, ia mengaku namanya masih tertulis dalam surat rekom yang dikeluarkan DPP.

Bahkan ia memegang salinan dari surat tersebut, namun selang waktu kurang dari 24 jam, DPP Gerindra menganulir surat tersebut dan menuliskan nama Siswandi pada surat rekomendasinya.

"Saat ditelpon tanggal 9 pagi, Sempat ada konsep Siswandi-Dede, dan saya bilang tidak siap, karena kemarin Gerindra dan PKS sudah selesai merekom saya, tinggal mencari wakil karena PAN menolak. Tapi tadi malam (Rabu dini hari, red) DPP mengubah suratnya. Ini gambaran demokrasi yang sangat buruk, semua tahapan partai yang sudah tersusun dilanggar hanya dalam hitungan jam," ujar KDM dengan nada sedikit kecewa.

Setelah dirinya gagal mengantongi rekomendasi, sesuai dengan hasil rapat yang sudah dilakukan oleh tim pemenangan KDM, dikatakan Dede ada tiga keputusan yang dihasilkan.

Diantaranya adalah tidak akan mendukung Siswandi, semua anggota tim pemenangan diberikan kebebasan untuk memilih atau golput, dan dipersilakan memilih paslon yang bisa mengakomodir kepentingan ummat.

"Mengenai status keanggotaan saya, saya masih terdaftar di Gerindra, adapun keluar atau tidaknya saya akan musyawarah dulu denngan para tokoh yang mendorong saya, yang pasti arah kekuatan kita (tim KDM, red) sudah memiliki kesimpulan-kesimpulan dan akan menyatakan sikap," kata KDM.  (sep)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Rekom Diubah, KDM Merasa Didzalimi"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus