Produksi Garam Berkurang Imbas Bahan Baku di Tingkat Petani Mahal

pengusaha olahan garam bingung harga bahan baku mahal

RAKYATCIREBON.CO.ID - Harga bahan baku garam di tingkat petani yang tinggi membuat pengusaha pengolah garam menurunkan jumlah produksinya. Hal itu dikarenakan mahalnya biaya produksi, sementara pemasukan terus berkurang.

Hal itu seperti disampaikan salah satu pekerja pengolahan garam Briket Rawa Sari Cap 17,  Kadim. Menurutnya, saat ini perusahaan sudah menurunkan jumlah produksinya. Hal itu dikarenakan mahalnya bahan baku.

"Karena harga bahan baku garam melambung, akhirnya rumah-rumah industri garam untuk bisa melangsungkan produksinya melakukan pemangkasan,” paparnya, ke Rakyat Cirebon, belum lama ini.

Pemangkasan itu, ternyata bukan hanya dari segi pembelian bahan baku saja. Ternyata jumlah karyawannya pun diberhentikan sementara. Pasalnya, untuk harga jual garam olahannya masih tetap sama, sementara untuk harga bahan bakunya terus meroket harganya.

“Kita tidak menaikan harga, untuk keberlangsungan ya jumlah pekerjanya dikurangi sementara,” ucapnya. Dia menjelaskan, saat ini (harga bahan baku naik, red) dalam satu harinya hanya mampu memproduksi 50 persen dari waktu normal.

Sehingga sangat realistis untuk memberhentikan sementara karyawannya. Karena terang dia, ketika tidak dilakukan pemangkasan, pengeluaran tentunya akan terus melambung.

Menurutnya, hal itu akan terus dilakukan sampai datangnya garam impor. Karena ketika muncul garam impor, harga garam lokal lambat laun akan turun. “Nah dengan begitu, nanti para pekerja pun akan dipanggil kembali,” paparnya.

Pantauan wartawan koran ini, saat dilapangan, terdapat tiga ibu-ibu karyawan yang sedang melakukan pengepakan produksi olahan garam. Padahal sebelumnya terdapat empat karyawan yang khusus untuk mengepak. (zen)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Produksi Garam Berkurang Imbas Bahan Baku di Tingkat Petani Mahal"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus