Pria Inisial A dalam Dugaan Mahar, Sekretaris PAN yang Lebih Tahu

panwaslu dalami dugaan permintaan mahar kepada siswandi

RAKYATCIREBON.CO.ID  – Pemeriksaan terkait kasus dugaan permintaan mahar politik oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terhadap Brigjen Pol (Purn) Siswandi terus berlanjut. Rencananya, hari ini, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cirebon akan “menggarap” Sekretaris DPD PAN Kota Cirebon, H Sumardi.

Pemeriksaan terhadap Sumardi direncanakan pada siang hari. Ia adalah orang ketiga yang diperiksa Panwaslu, setelah Ketua DPD PAN, Dani Mardani SH MH pada Senin lalu dan Ketua DPD PKS, H Karso sehari berikutnya. “Kamis besok (hari ini, red) Pak Sumardi kita undang,” ungkap Ketua Panwaslu Kota Cirebon, Susilo Waluyo, ditemui di halaman kantor KPU, kemarin.

Ia menjelaskan, Sumardi diputuskan untuk diperiksa lantaran namanya disebut-sebut mengetahui soal dugaan permintaan mahar dari PKS kepada Siswandi. Dua terperiksa sebelumnya yang menyebut nama Sumardi. “Pak Dani dan Pak H Karso bilang Pak Sumardi lebih tahu,” katanya.

Susilo menambahkan, pihaknya baru akan memeriksa Siswandi pada Jumat besok. Keterangan dari Siswandi diharapkan bisa memberi titik terang dalam persoalan itu. “Sejauh ini belum ada barang bukti yang kuat. Karena persoalan ini sifatnya temuan, bukan laporan,” katanya.

Panwaslu sendiri masih meraba-raba pria berinisial A yang muncul dalam pemeriksaan Karso pada Selasa lalu. Hingga kemarin, Panwaslu belum menemukan identitas persis pria berinisial A yang disebut terlibat pembicaraan mahar. “Belum kita ketahui siapa yang dimaksud inisial A itu,” kata dia.

Susilo menyampaikan, pada Sabtu lusa, pihaknya dalam tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) akan menganalisa kasus dugaan mahar politik. Dari keterangan para terperiksa, tim Gakumdu akan menganalisa untuk memutuskan, kasus itu dilanjut atau tidak.

“Rapat Gakumdu hari Sabtu. Agendanya menggodok keterangan dari orang-orang yang sudah diperiksa. Untuk dianalisa, untuk mengetahui ada atau tidak sebenarnya mahar politik itu,” tuturnya.

Jika memang alat bukti cukup dan memenuhi unsur, lanjut Susilo, maka persoalan itu bisa diteruskan dalam proses hukum. “Kalau memenuhu unsur pelanggaran sejenis money politic, maka proses lanjut. Kalau tidak ditemukan unsur, maka tidak bisa berlanjut,” katanya.

Sementara itu, Sumardi sendiri membenarkan, dirinya akan diperiksa Panwaslu hari ini. Anggota Fraksi PAN di DPRD Kota Cirebon itu mengaku sudah mendapat surat pemanggilan. “Insya Allah saya besok (hari ini, red) akan hadir di kantor KPU,” kata Sumardi.

Sebelumnya, muncul seseorang yang misterius di balik kasus dugaan permintaan mahar oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada Bakal Calon Walikota, Brigjen Pol (Purn) Siswandi. Seseorang itu berinisial A. Tapi belum jelas juga, A punya peran apa dan sebagai apa di PKS.

Seseorang misterius berinisial A itu mencuat ketika Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Cirebon memeriksa Ketua DPD PKS Kota Cirebon, H Karso, Selasa (16/1), di kantor Panwaslu setempat. Hasil pemeriksaan itu, disebut-sebut ada seseorang berinisial A yang diduga tahu soal dugaan mahar.

“Beliau (Karso, red) memang menyebutkan seseorang berinisial A, karena pada pemberitaan di sebuah media disebutkan. Tapi beliau tidak menyebutkan inisial A itu siapa. Beliau juga tidak secara rinci menyebutkan A ini kader PKS atau bukan, kemudian perannya apa,” ungkap Ketua Panwaslu Kota Cirebon, Susilo Waluyo.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung dari pukul 11.50 WIB sampai 13.21 WIB itu, Karso diberondong 24 pertanyaan. Tujuh pertanyaan diantaranya pada pembuka dan penutup. Sisanya, pertanyaan pokok materi persoalan.

Susilo menambahkan, dalam pemeriksaan tersebut, Karso mengaku tidak tahu persis adanya dugaan permintaan mahar maupun pembicaraan mengenai mahar terhadap Siswandi.

 “Sampai beliau berkumpul denga tim pemenangan (Rabu sore pekan lalu), ternyata tidak tahu persis adanya mahar politik atau pembicaraan mengenai hal itu,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Pria Inisial A dalam Dugaan Mahar, Sekretaris PAN yang Lebih Tahu"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus