PPDP Malas Coklit Door to Door, Celah Data Pemilih Rawan Digugat


kpu majalengka janji tindak tegas ppdp yang lalai

RAKYATCIREBON.CO.ID - Data pemilih dalam ajang pesta demokrasi tetap menjadi sorotan dan pengawasan. Pasalnya, data pemilih ini awal potensi yang bisa dijadikan bahan bagi peserta Pemilu maupun Pilkada untuk melakukan gugatan.

Provinsi Jawa Barat khususnya kabupaten Majalengka pada 27 Juni 2018 mendatang akan menggelar hajatan pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta bupati dan wakil Bupati. Kini, tahapan sedang berlangsung, yakni pemutakhiran data dan daftar pemilih.

Pada pemutakhiran data pemilih, sesuai dengan Peraturan KPU nomor 4 tahun 2015 tentang pemutakhiran data dan daftar pemilih dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati dan/atau walikota dan wakil walikota.

Dimana dilakukan oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP). Namun, kenyataan di lapangan, masih ditemukan PPDP yang tidak melakukan tugasnya dengan benar.

Menurut salah seorang warga asal desa Gunungsari kecamatan Kasokandel, Irwanto menuturkan, terdapat pelanggaran yang dilakukan oleh petugas PPDP. Dimana mereka tidak melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) secara door to door.

Dituturkan Irwanto, ketika dirinya sedang bekerja tiba-tiba ditelepon oleh istrinya bahwa ada pengurus RT yang meminta kartu keluarga (KK).

Setelah ditelusuri ternyata KK tersebut dikoordinir oleh pengurus RT untuk kemudian dijadikan data yang akan dicoklit oleh petugas PPDP.

"Ini kan jelas tidak boleh. Seharusnya petugas PPDP turun langsung ke rumah warga untuk mencocokan data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dengan hasil di lapangan. Bukan malah dikoordinir oleh RT lalu kemudian di coklit," ujar Irwanto ketika dikonfirmasi Rakyat Majalengka, Selasa (23/1).

Sementara itu, Ketua KPU Majalengka, Supriatna mengaku, pihaknya belum mengetahui kalau ada kejadian seperti itu (PPDP tidak cokit door to door, red) di lapangan.

Menurutnya kalau memang kejadian itu terbukti, pihaknya akan memanggil petugas tersebut. Sebab, hal itu tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Dimana PPDP harus terjun langsung ke rumah masing-masing warga.

"Itu tidak boleh dilakukan, karena PPDP harus terjun langsung. Gunanya untuk mencocokan data dari DP4 dengan kenyataan. Kalau memang ada perubahan kan bisa disesuaikan. Kami akan segera memanggil orang tersebut," tegasnya.(hsn)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "PPDP Malas Coklit Door to Door, Celah Data Pemilih Rawan Digugat"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus