Pembangunan Pasar Darurat Kanoman, Walikota: Konon yang Menolak Hanya Dua Orang

walikota cirebon belum beri keputusan soal pasar darurat kanoman

RAKYATCIREBON.CO.ID  – Pemerintah Kota Cirebon belum mengambil keputusan untuk menunda pembangunan pasar darurat Kanoman. Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH mengatakan, pihaknya akan terlebih dahulu menanyakan hasil rapat audiensi di DPRD pada Senin lalu.

“Saya akan menanyakan dulu hasil rapat kemarin (Senin, red) kepada Perumda Pasar maupun dinas terkait yang hadir,” ungkap Azis, ditemui di kawasan Jalan Siliwangi, Kamis (25/1).

Selain itu, ia juga ingin terlebih dahulu mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan. Maksudnya, keinginan pedagang pasar Kanoman maupun mayoritas pemilik ruko di sekitarnya, mengenai rencana pembangunan pasar darurat.

“Jadi, saya ingin tahu dulu kondisi di lapangan juga seperti apa. Saya ingin mendengar dari pedagang maupun penduduk di sekitar pasar Kanoman, maunya seperti apa,” tuturnya.

Menurut Azis, jangan sampai penolakan yang disampaikan oleh hanya beberapa orang, akhirnya membatalkan rencana pembangunan yang sudah matang dipersiapkan dan disetujui pihak-pihak terkait.

“Saya membaca di media massa, konon yang menolak hanya satu dua orang. Kalau sampai menggagalkan, ini tidak bijaksana namanya,” katanya.

Sebelumnya, polemik rencana revitalisasi Pasar Kanoman menuai keprihatinan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Cirebon. Terlebih lagi, penundaan revitalisasi Pasar Kanoman diputuskan pada rapat audiensi di gedung DPRD Kota Cirebon.

“Apalagi penundaan itu diputuskan di gedung dewan. APPSI prihatin melihat situasi seperti ini,” ungkap Ketua DPD APPSI Kota Cirebon, H Agus Saputra, saat ditemui di sekretariat DPD APPSI, Rabu (24/1).

Menurut Agus, penundaan pembangunan pasar darurat lantaran penolakan dari beberapa orang pemilik ruko di sekitar Pasar Kanoman, merupakan kejadian yang tidak biasa. Rencana dimulainya revitalisasi Pasar Kanoman sudah tertunda beberapa kali sejak tahun lalu.

Pihaknya mempertanyakan ketegasan dari Pemkot Cirebon melalui Perumda Pasar. Agus menilai, Perumda Pasar terkesan mengabaikan keinginan sekitar 1.400 pedagang di Pasar Kanoman untuk segera revitalisasi dan pembangunan pasar darurat di empat ruas jalan sekitar pasar tersebut.

“Kenapa hanya segelintir pedagang ruko malah yang dipertimbangkan? Sementara 1.400 pedagang Pasar Kanoman diabaikan. Ini posisi Perumda Pasar ada di pihak mana? Apakah di pihak investor atau pedagang? Dimana ketegasan Perumda Pasar?” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Pembangunan Pasar Darurat Kanoman, Walikota: Konon yang Menolak Hanya Dua Orang"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...