PAN Tidak Mau Disalahkan

sekretaris pan kota cirebon tanggapi pernyataan pks jabar

RAKYATCIREBON.CO.ID - Menanggapi statemen Plt Ketua DPW PKS Jawa Barat, Nur Supriyanto yang menyebutkan bahwa tidak keluarnya rekomendasi PKS karena tidak kenal sosok Dra Hj Euis Fety Fatayaty MSi, pihak PAN menyangkal pernyataan tersebut.

Sekretaris DPD PAN Kota Cirebon, H Sumardi menyampaikan, keluarnya rekomendasi paket Siswandi-Euis karena dari pihak PKS tidak mengisi posisi wakil sebagaimana yang disepakati.

"Awalnya kan tiga partai sepakat Siswandi untik E1, tinggal wakil. Tadinya disodorkan nama Azrul. Azrul tidak bersedia, diganti Karso, dan itu Pak Siswandi setuju. Tapi Pak Karso menolak. Sampai akhirnya keluarlah nama Euis," ungkap Sumardi saat diwawancarai Rakcer, kemarin.

Apakah PAN merasa kecewa? Secara pribadi, Sumardi mengatakan bahwa dirinya menjadi orang yang paling kecewa atas sikap abstain yang dilakukan PKS. Pasalnya, menurut Sumardi, hingga hari Rabu (hari terakhir pendaftaran ke KPU, red) sore, ia berkomunikasi dengan H Karso dan infonya 90 persen rekomendasi bisa dikeluarkan.

"Kalau bilang abstain ya harusnya dari awal, jangan seperti kemarin. Bagi saya sikap PKS tidak konsisten dan ini kejadian luar biasa. Calon dari PAN sudah dihilangkan haknya untuk mencalonkan, dan hak partai untuk mengusung pun hilang," ujar Sumardi.

Meskipun nasi sudah menjadi bubur, dikatakan Sumardi, PAN dan Gerindra masih berbesar hati untuk tetap membuka komunikasi dengan PKS. Bahkan, sudah ada rencana untuk kembali berkumpul satu meja untuk membicarakan bagaimana langkah ketiga partai tersebut kedepan.

"Kalau kita tunggu intruksi dari DPW, tapi kemarin dari Partai Gerindra ngomong, bagaimana kalau kita kumpul lagi. Artinya kita masih membuka komunikasi dengan PKS," kata Sumardi.

Diakui Sumardi, kedua paslon yang sudah mendaftar di KPU sudah mulai mendekati dirinya untuk bergabung, namun ia belum bisa menentukan bagaimana langkah yang akan diambil PAN kedepan.

"Saya akui kedua paslon sudah memulai komunikasi, bahkan secara pribadi saya sudah mempunyai pilihan, tapi untuk kepartaian saya belum bisa mengatakan," pungkasnya.

Tak Pernah Ubah Rekom

Hal senada disampaikan  calon wakil walikota yang gagal diusung Koalisi Umat, Dra Hj Euis Fety Fatayaty MSi. Menurutnya, mengenai rekomendasi yang berubah-ubah sehingga menjadi dalil PKS untuk tidak menerbitkan rekomendasi, sangat tidak beralasan.

“SK (rekomendasi, red) DPP PAN untuk Pilkada Kota Cirebon, tidak pernah berubah sejak tanggal 5 Januari sampai terakhir pendaftan 10 Januari pukul 00.00 WIB,” ungkap Euis, kepada wartawan koran ini, Jumat (12/1).

Ia menjelaskan, DPP PAN menerbitkan rekomendasi untuk Brigjen (Pol) Drs Siswandi dan Euis pada 5 Januari lalu, melalui surat keputusan bernomor PAN/A/Kpts/KU-SJ/027/I/2018. “Kemudian SK Partai Gerindra kami terima Selasa (9/1) malam,” katanya.

Wanita yang juga Ketua DPP PAN Bidang Perempuan itu menambahkan, Ketua DPD PKS Kota Cirebon, H Karso menghubunginya pada Rabu (10/1) pagi. Dikatakan Karso kepada Euis, pihaknya akan mengambil rekomendasi ke DPP PKS untuk Siswandi-Euis.

“Dan ketua PKS Kota Cirebon, Rabu pagi 10 Januari menelepon saya, mengatakan bahwa akan mengambil SK ke DPP PKS di Jakarta, dukungan untuk Siswandi-Euis,” terangnya.

Saat ditanya mengenai perubahan rekomendasi DPP Partai Gerindra dari H Dede Muharam Lc dan H Karso menjadi Siswandi dan Euis, ia mengaku tidak tahu. Yang pasti, setahu Euis, PAN dan Partai Gerindra tidak pernah mengubah rekomendasi.

“Kalau PAN dan Partai Gerindra sih tidak pernah mengubah SK. Kalau ini (rekomendasi Dede-Karso, red) tanya langsung ke Partai Gerindra yang mengeluarkan SK. Saya tidak pernah melihat atau dikabari atau dikirimi SK ini,” kata dia.

Terkait kemungkinan PAN akan melayangkan gugatan terhadap PKS atas insiden batalnya pencalonan di Pilwalkot Cirebon, Euis menyampaikan, saat ini pihaknya masih memelajari persoalan tersebut. “Sedang dipelajari oleh tim hukum Siswandi-Euis. Tunggu kabarnya, insya Allah dalam beberapa hari ke depan,” katanya.

Sebelumnya, berubahnya sikap PKS diduga karena sikap partai lain di Koalisi Umat tidak konsisten dari kesepakatan awal. Awalnya, ketiga partai sepakat mengusung paket Siswandi-Karso, namun pada last minute rekomendasi dari DPP PAN berubah menjadi Siswandi-Euis. 

Plt Ketua DPW PKS Jawa Barat, Nur Supriyanto mengaku heran dengan sikap PAN yang dengan tiba-tiba mengubah rekomendasi menjadi Siswandi-Euis.

"Awalnya kesepakatan partai-partai di Koalisi Umat itu kan sudah ke Siswandi-Karso. Bahkan sudah kita publikasikan juga dan kita sudah bikin SK. Nah, kenapa terakhir kok rekomendasi PAN jadi Siswandi-Euis?" ungkap Nur Supriyanto. (sep/jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "PAN Tidak Mau Disalahkan"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus