PAN Mundur, Kaolisi Umat Terancam Bubar

jelang pilwalkot cirebon koalisi umat malah tidak solid

RAKYATCIREBON.CO.ID – Dinamika politik di last minute atau menit-menit akhir sebelum dibukanya pendaftaran bakal calon walikota dan wakil walikota di KPU Kota Cirebon justru semakin liar. Di tengah semakin sengitnya perburuan rekomendasi dari DPP, kabar tak sedap justru mengemuka di Koalisi Umat.

Bukannya malah solid untuk menyepakati figur yang akan diusung di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon 2018, koalisi yang digawangi PAN, PKS dan Partai Gerindra itu justru diterpa kabar perpecahan. Kondisi itu dipicu munculnya usulan paket Brigjen (Pol) Drs Siswandi dan Ketua DPD PKS, H Karso.

Paket Siswandi-Karso, membuat Partai Gerindra tak terima. Mereka tetap menginginkan salah satu bakal calon walikota/wakil walikota yang dimilikinya diusung. Terlebih, Ketua DPC Partai Gerindra, H Eman Sulaiman menyebutkan, tidak ada komunikasi antara Siswandi dengan pihaknya.

“Tadi (kemarin siang, red) saya ditelepon Pak Eman, bahwa Mas Dani (Ketua DPD PAN Dani Mardani, red) menyatakan mundur dari koalisi. Saya bahkan sudah mau bilang mundur saja sebelum Mas Dani bilang,” ungkap Sekretaris DPD PAN, H Sumardi, di gedung DPRD Kota Cirebon, Kamis (4/1).

Menurut Sumardi, keretakan di internal Koalisi Umat sebenarnya sudah tercium beberapa waktu lalu. Pasalnya, masing-masing parpol koalisi tidak bisa meredam egonya untuk mengusung kandidat.

“Kalau semua ada kepentingan, saya nyatakan hari ini (kemarin, red) pun bisa bubar. Kalau masih saling ego. Karena kalau mau jujur, ya jujur semua. Kalau mau susah, susah bareng,” ujarnya.

Dia menjelaskan, mengenai munculnya nama Siswandi sebagai kandidat calon walikota di Koalisi Umat berdasarkan kesepakatan ketiga parpol Koalisi Umat.

“Sudah sepakat E1 (calon walikota, red) Pak Siswandi. Tinggal menunggu E2-nya siapa, ditentukan oleh DPW masing-masing dari kita. Prinsipnya, Pak Siswandi dengan siapapun, mangga,” kata anggota Fraksi PAN di DPRD itu.

Sumardi menambahkan, mulanya Siswandi disodorkan oleh Partai Golkar yang ingin bergabung dengan Koalisi Umat.

Namun terganjal, lantaran Partai Golkar menginginkan satu paket, Siswandi dengan Ketua DPD Partai Golkar, Ir Toto Sunanto. Dirasa tak mungkin, Koalisi Umat akhirnya hanya mengambil Siswandi, tanpa Partai Golkar.

“Jadi hanya Pak Siswandi secara personal. Partai Golkarnya tidak ke Koalisi Umat. Kemudian peluang Pak Siswandi di Partai Golkar juga hampir tertutup, karena katanya rekomendasi untuk Pak (Effendi) Edo. Jadi Pak Siswandi kita jaring,” jelas Sumardi.

Selain itu, ketika dilakukan simulasi pasangan di kalangan kandidat yang ada di Koalisi Umat, tidak ada yang bersedia jika dipasangkan sepaket.

Sehingga muncul alternatif untuk mengusung Siswandi dan disepakati. “Yang jadi persoalan, ketika simulasi pasangan tanpa Pak Siswandi, tidak ada yang mau,” katanya.

Seiring berjalannya waktu, diperlukan komunikasi bersama antara Siswandi dengan parpol komponen Koalisi Umat.

Dikatakan Sumardi, atas saran Eman, pertemuan tersebut digelar di DPD PKS Kota Cirebon pada Selasa (2/1) malam. “Rapat itu yang meminta ketua DPC Partai Gerindra. Justru dianya sendiri tidak datang. Alasannya ada keperluan keluarga,” katanya.

Tapi Sumardi terkejut ketika Eman justru menyampaikan di media massa, bahwa tidak ada komunikasi yang dibangun Siswandi dengan pihaknya secara kepartaian. Padahal, tambah Sumardi, dalam rapat di DPD PKS, hadir juga Sekretaris DPC Partai Gerindra, H Heru Cahyono MESy.

“Kalau tidak setuju (pengusulan Siswandi) bisa dibicarakan bersama antar ketua partai. Dan sebenarnya waktu rapat kemarin (Selasa malam, red) itu Mas Dani sudah sepakat, Pak Karso sepakat dan Kang Heru juga sepakat untuk Pak Siswandi. Tinggal menunggu dari DPW saja,” katanya.

Sementara itu, Siswandi sendiri heran ketika disebut tidak membangun komunikasi dengan DPC Partai Gerindra. Dalam pertemuan di DPD PKS, kata Siswandi, hadir sekretaris DPC Partai Gerindra. “Sekumnya dianggap kagak ya? Heru Cahyono Gerindra bukan ya?,” kata Siswandi.

Sebelumnya, munculnya paket Siswandi-Karso, membuat internal Koalisi Umat menghangat. Partai Gerindra sebagai salah satu komponen Koalisi Umat mengklaim tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan usulan paket Siswandi-Karso ke tingkat provinsi.

“Kalau bicara Pak Siswandi, kalau mengacu ke kesepakatan kita, setidaknya kulonuwun dulu harusnya. Beliau lewat jalur atas. Jadi perlu dibahas dulu di sini,” ungkap Ketua DPC Partai Gerindra, H Eman Sulaiman, saat ditemui di kantor DPC setempat, Rabu (3/1) sore.

Eman bahkan menegaskan, sampai sejauh ini Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi, belum bisa menerima Siswandi jika diusung oleh Koalisi Umat di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon 2018 mendatang.

“Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat belum bisa menerima Pak Siswandi sebagai calon walikota,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "PAN Mundur, Kaolisi Umat Terancam Bubar "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...