PAN-Gerindra: Jika PKS Dukung Paslon Berarti Berkhianat

gerindra pan tunggu sikap pks

RAKYATCIREBON.CO.ID – Hubungan antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerindra semakin memanas. Setelah ketiga partai yang bernaung di Koalisi Umat itu batal mengusung calon di Pilwalkot Cirebon 2018, kini PKS menjadi bulan-bulanan PAN dan Partai Gerindra.

PAN dan Partai Gerindra menanti sikap PKS di pilwalkot. Konsistensi PKS diuji, apakah akan tetap abstain seperti keputusan semula atau akhirnya mendukung salah satu pasangan calon (paslon). PAN dan Partai Gerindra sendiri memastikan tak akan bareng dengan PKS.

“Yang jelas, kami sedang menunggu sikap PKS. Kalau PKS ternyata pada akhirnya mendukung salah satu paslon, berarti itu the real pengkhianatan dan tidak konsisten. Tapi kalau sampai pilkada dilaksanakan, PKS tidak mendukung salah satu pasangan calon, berarti PKS konsisten untuk abstain,” ungkap Ketua DPD PAN Kota Cirebon, Dani Mardani SH MH, kemarin.

Diakui Dani, pihaknya sudah membangun komunikasi politik dengan dua paslon yang akan bertarung di Pilwalkot 2018, yakni pasangan Nasrudin Azis-Eti Herawati dan Bamunas S Boediman-Effendi Edo. Namun untuk mengambil sikap, Dani menunggu instruksi dari DPP PAN.

“Kami komunikasi politik ada. Ada yang mengatasnamakan ketua partai maupun relawan, baik dengan kubu Pak Azis maupun kubunya Pak Oki (sapaan akrab Bamunas, red). Tapi kami belum mengambil sikap apapun,” ujarnya.

Selain itu, Dani juga menjelaskan kronologi terbitnya rekomendasi untuk Brigjen (Pol) Drs Siswandi dan Dra Hj Euis Fety Fatayaty MSi. Pada 5 Januari 2017, proses akhir pembahasan calon di tingkat Jawa Barat. Kemudian malam harinya para pengurus dari ketiga partai mengadakan pertemuan di rumah ketua umum PAN di Jakarta untuk membahas pilkada.

“Untuk Pilkada Kota Cirebon yang akan diusung Koalisi Umat itu dari Partai Gerindra dan PAN. Jadi, Partai Gerindra itu Pak Siswandi dan PAN Bu Euis,” katanya.

Saat itu, kata Dani, belum ada rekomendasi dari partai lain, selain rekomendasi dari PAN dan Partai Gerindra yang menentukan H Dede Muharam Lc dan H Karso pada 9 Januari pagi. Atas kesepakatan antar elit, Dede-Karso diubah menjadi Siswandi-Euis.

“Jadi menurut saya, menjadi alasan yang tidak mendasar kalau PKS menuduh bahwa PAN yang mengganti-ganti nama bakal calon. Buktinya, Partai Gerindra sudah bisa menyesuaikan dengan kondisi kesepakatan terakhir dengan diterbitkannya rekomendasi untuk Siswandi-Euis,” terangnya.

Tidak diterbitkannya rekomendasi untuk Siswandi-Euis oleh DPP PKS, mulai menimbulkan spekulasi publik yaitu soal adanya permintaan mahar dari DPP PKS. Namun, Dani enggan menyebutkan secara terbuka. Hanya saja, aroma mahar mulai terendus.

“Saya meyakini, terkait tidak terbitnya (rekomendasi) dari PKS itu tidak lebih dari persoalan harapan yang belum ditunaikan. Saya tidak mau menjelaskan soal itu (mahar, red),” kata politisi yang juga ketua Fraksi PAN di DPRD Kota Cirebon itu.

Senada disampaikan Sekretaris DPC Partai Gerindra, H Heru Cahyono MESy. Pihaknya juga menunggu sikap PKS di pilwalkot mendatang. Jika sampai PKS mendukung salah satu paslon, maka Partai Gerindra memastikan akan berhadapan.

“Kalau PKS akhirnya mendukung paslon, tidak abstain, berarti memang mereka pengkhianat. Dan saya pastikan, Partai Gerindra maupun PAN akan berhadapan dengan paslon yang didukung PKS,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "PAN-Gerindra: Jika PKS Dukung Paslon Berarti Berkhianat"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus