Senior Golkar Membelot Dukung Maman-Jefry, Ketua DPD: Ade akan Diberi Sanksi Tegas

mantan sekda majalengka dukung pasangan maman jefry

RAKYATCIREBON.CO.ID  -  Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Majalengka H Asep Eka Mulyana mengaku tidak mempersoalkan dukung mendukung calon yang dilakukan peserta penjaringan calon kepala daerah (cakada).

Karena itu menyangkut hak politik seseorang yang dijamin oleh negara. Namun, kata dia, sanksi tegas akan diberikan kepada kader Partai Golkar yang membelot terhadap keputusan partai.

“Pak Ade Rahmat Ali itu kader partai Golkar. Karena mendukung pasangan bakal calon lain diluar  yang telah ditetapkan Golkar, maka yang bersangkutan akan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan dan ketentuan partai,” tegasnya.

Dijelaskanya, partai Golkar telah menjalankan proses penjaringan dengan semaksimal mungkin. Namun, keputusan terakhir merupakan kewenangan pengurus DPP partai Golkar yang sifatnya final dan mengikat.

Sehingga, kata dia, seluruh kader partai harus tunduk dan patuh terhadap keputusan DPP tanpa alasan apapun. “Pada proses penjaringan calon kepala daerah, seluruh peserta memiliki kesempatan dan peluang yang sama, baik kader partai maupun non partai,” ujarnya.

Namun, kata Eka, DPP partai Golkar telah memutuskan HM Taufan Ansyar sebagai calon kepala daerah dari partai Golkar dalam posisi sebagai calon wakil bupati.

“Pak Taufan Ansyar itu merupakan kader lama Partai Golkar dan memiliki KTA Partai Golkar yang lama,” tukasnya.
Menurutnya, pengurus DPD Partai Golkar Majalengka tidak terlalu risau atas klaim timses salah satu peserta penjaringan. Mengingat kader partai Golkar masih tetap solid terhadap keputusan partai.

“Berdasarkan rapat pleno partai Golkar Majalengka pada Rabu, 10 Januari 2018, mendukung pasangan H Deddy Mizwar-H Dedi Mulyadi untuk Pilgub Jabar. Serta pasangan H Sanwasi-HM Taufan Ansyar untuk Pilkada Majalengka,” paparnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, sejatinya penjaringan calon kepala daerah merupakan proses menguji kesiapan calon kepala daerah. Instrumen yang diuji di antaranya kesiapan tingkat kesukaan. Serta keterpilihan melalui hasil survei yang memenuhi standar yang jelas dan terukur.

Termasuk kesiapan motivasi melalui visi dan misi, kesiapan membangun komunikasi politik. Karena Partai Golkar mutlak harus berkoalisi untuk dapat mendaftarkan paslon.

“Konsekuensi sebuah kontestasi adalah terpilih atau tidak. Kader partai sejatinya di manapun tentunya akan tetap mendukung keputusan DPP masing-masing. Khusus di Majalengka hal yang sangat apik diperlihatkan Maman Suherman kader PDIP. Meski gagal di penjaringan, tetap mengusung dan mendukung keputusan partai PDIP,” ujarnya.

Seperti diketahui, H Ade Rachmat Ali merupakan peserta penjaringan bakal calon dari Partai Golkar. Namun ia menyatakan mendukung penuh pada pasangan yang diusung oleh PKB, Gerindra, PAN, Nasdem dan PKS yaitu Maman Imanulhaq dan Jefry Romdony.

Bahkan, pada Kamis (18/1) sore, di kediamannya, secara mengejutkan, Barisan Ade Rahmat Ali (BARA) mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Maman-Jeffry.

Mantan Sekda Majalengka ini di hadapan BARA secara tegas merupakan kader Golkar senior. Ia akan membawa seluruh Barisan Ade Rahmat Ali mendukung Maman-Jeffry.

"Saya tegaskan Barisan Ade Rahmat Ali secara penuh akan mendukung Maman-Jeffry dengan ikhlas. Saya imbau seluruh simpatisan BARA dari mulai sekarang siap memenangkan pasangan Maman-Jeffry untuk menjadi Bupati -Wakil Bupati periode 2018-2023," ajaknya.
Pihaknya menambahkan, berkas dukungan akan segera diberikan kepada pasangan MAJU dalam waktu satu hari setelah deklarasi.

Padahal, saat pleno di gedung Golkar, Ade sempat menyatakan siap mensukseskan pasangan calon Sanwasi-Taufan yang diusung Golkar, Demokrat dan PPP.

Ade dalam keteranganya kepada sejumlah media di kediamannya kompleks Puspa Indah, kecamatan Cigasong, ‎dengan tegas mendukung paslon Maman-Jefry. Ia mendukung pasangan yang diusung PKB, Gerindra, PKS, PAN dan Nasdem itu karena kepentingannya sudah berbeda.

"Saya siap untuk diberi sanksi apapun oleh partai Golkar. Saya terima risikonya kalaupun saya harus dikeluarkan dari partai tersebut. Partai Golkar memberikan sanksi apapun, saya sudah siap. Yang jelas saat ini saya mendukung Maman-Jefry. Tidak lagi mendukung paslon Sanwasi-Taufan," ungkapnya, Kamis (18/1).

Ade mengakui, meski awalnya mendukung paslon Sanwasi-Taufan, ia telah memutuskan untuk mencabut dukungannya. Pihaknya kini telah sepakat untuk mensukseskan pasangan Maman-Jefry sebagai bupati dan wakil bupati Majalengka.

"Saya bersama pasukan Barisan Ade Rahmat Ali, siap untuk mensukseskan H Maman dan H Jefry sebagai bupati dan wakil bupati Majalengka masa depan," ungkapnya.

Sementara itu, KH Maman Imanulhaq mengucapkan rasa terima kasih untuk dukungan Barisan Ade Rahmat Ali dan juga Baraya Dehan. Adanya dukungan dari Bara, maka kemenangan sudah di depan mata.

“Pa Ade telah menjabat sebagai Sekda. Jadi, ia tahu betul bagaimana birokrasi di pemerintahan. Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan H Jefri sebagai calon wakil Maman, ia juga mengcapkan terima kasih atas dukungan H Ade Rahmat Ali untuk dirinya. (hsn/hrd)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Senior Golkar Membelot Dukung Maman-Jefry, Ketua DPD: Ade akan Diberi Sanksi Tegas "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus