Mahar Naik Lima Kali Lipat, PAN Akan Gugat PKS

pks diterpa isu mahar untuk rekomendasi cawalkot cirebon

RAKYATCIREBON.CO.ID  – Isu mahar yang diduga dipatok PKS untuk menerbitkan rekomendasi calon walikota dan wakil walikota Cirebon terus menggelinding. Tak hanya itu, batalnya pasangan Brigjen Pol (Purn) Drs Siswandi dan Dra Hj Euis Fety Fatayaty MSi mendaftar ke KPU Kota Cirebon, disebut-sebut beraroma penjegalan.

Siswandi sendiri sudah mengendus aroma penjegalan terhadap dirinya sejak H-1 penutupan pendaftaran di KPU Kota Cirebon, yaitu pada Selasa (9/1). Siswandi menegaskan, PAN dan Partai Gerindra menerbitkan rekomendasi untuk dirinya dan Euis tanpa iming-iming mahar.

“Saya tidak keluar uang atau mahar untuk PAN dan Partai Gerindra. Salah satu partai (di Koalisi Umat; PKS) tidak mengeluarkan rekomendasi, H-1 itu saya sudah tahu arahnya kemana,” ungkap Siswandi, kepada sejumlah awak media, di kantor DPD PAN Kota Cirebon, Sabtu (13/1) lalu.

Siswandi akhirnya buka-bukaan, mengenai tidak terbitnya rekomendasi dari DPP PKS sehingga pendaftaran dirinya ke KPU ditolak karena kurang syarat jumlah pengusungan. “Ada sesuatu hal yang menarik, yang bisa dikatakan ada dan tiada. Tapi itu pembicaraan mengarah ke mahar, menyebutkan angka yang naik turun,” ujarnya.

Meski tidak secara rinci disebutkan nominal yang diduga diminta PKS, tapi Siswandi memberi bocoran, nilai mahar yang dimintakan terhadap dirinya mencapai miliaran rupiah dan naik signifikan pada Rabu (10/1) malam, saat beberapa jam pendaftaran di KPU hendak ditutup.

“Sehingga sampai malam itu naiknya lima kali lipat. Itu yang saya sayangkan. Karena saya komitmen dari awal ingin mencalonkan, diupayakan tidak ada mahar. Kira-kira miliaran (rupiah). Tim Advokasi saya, Bang Bob (Hasan) yang tahu persis, karena saya tidak pernah membicarakan uang. Karena saya pegang prinsip,” tuturnya.

Pembicaraan mahar itu, dikatakan Siswandi, dilakukan oleh oknum kader PKS dengan tim advokasinya. Saat itu, Siswandi masih di kereta, dalam perjalanan menuju Kota Cirebon dari Jakarta. Tim advokasi Siswandi ditelepon oleh seseorang dari PKS. Mahar itu diminta untuk kontan.

“Pancingan itu muncul saat tim advokasi saya ditelepon, katanya sudah 90 persen (rekomendasinya), waktu itu akan diambil uangnya, katanya harus kontan. Saya tidak tahu. Tapi memang itu ada. Saat itu, saya sendiri masih di kereta menuju Cirebon,” terangnya.

Pria yang pernah menjabat kapolres Cirebon Kota itu mengatakan, saat pihaknya disodori angka miliaran rupiah, pertanyaan yang ditujukan kepada PKS adalah; dimana rekomendasi itu ada? Sedangkan saat itu waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 WIB, persis 3,5 jam lagi penutupan pendaftaran.

“Tatkala mereka menyebutkan angka, saya tanya posisi rekomendasi itu dimana? Mereka bilang di Jakarta. Lantas, apa jaminannya? Saya bilang. Karena sudah jam 20.30 WIB. Kalau dari Jakarta, tidak akan sampai. Ini sudah mulai dagel-dagelan untuk mengerjai saya,” kata dia.

Siswandi mengaku saat itu berkomunikasi dengan Ketua DPD PKS, H Karso, pengurus DPW PKS Jabar, Ahmad Azrul Zuniarto dan seseorang bernama Deni. Siswandi menyayangkan, insiden itu terjadi di saat beberapa jam menjelang penutupan pendaftaran di KPU.

“Kami komunikasi dengan DPD PKS Kota Cirebon, Pak H Karso ada, Pak Azrul juga ada, kemudian ada Deni juga. Tanya sama mereka. Karena mereka tahu. Yang saya sayangkan, kenapa di last minute melakukan itu? Memang ini mau menjegal kita,” katanya.

Lantas, adakah langkah hukum yang akan diambil Siswandi? Ia mengaku, saat ini tim advokasinya tengah mendalami insiden politik itu. “Saya serahkan kepada tim advokasi. Yang jelas, kalau mau menggugat lewat partai, harus koordinasi dengan DPP,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD PAN, Dani Mardani SH MH menyatakan, pihaknya kecewa dengan sikap PKS yang tiba-tiba tidak menerbitkan rekomendasi untuk Siswandi-Euis. “Kami merasa kecewa sikap PKS. Karena di penghujung waktu, PKS menarik diri dari Koalisi Umat dengan tidak menerbitkan rekomendasi,” kata Dani.

Dia menegaskan, PAN telah dirugikan oleh PKS atas insiden tersebut. Makanya, partai berlambang matahari itu tengah merencanakan untuk melakukan gugatan terhadap PKS. Saat ini pihaknya tengah berkoordinasi juga dengan DPW PAN Jabar maupun DPP PAN.

“Kami juga sedang melakukan eksaminasi (penelaahan/pemeriksaan, red) atas tragedi politik ini. jika memungkinkan, saya kira PAN cukup punya posisi sebagai legal standing untuk melakukan gugatan kepada PKS. Karena jelas PAN dirugikan, terkait sikap PKS,” tuturnya.

Dia kembali menegaskan, jika pada akhirnya PKS mendukung salah satu paslon di Pilwalkot Cirebon 2018, maka menjadi pembuktian bahwa PKS berkhianat terhadap Koalisi Umat. “Kalau ternyata PKS mendukung salah satu paslon, ini jelas pengkhianatan yang terstruktur, sistematis dan masif. Ini jelas terencana,” katanya.

Sementara itu, Karso maupun Azrul sendiri belum bisa diminta konfirmasinya. Ponsel Karso tidak aktif. Sedangkan Azrul, tak merespon ketika dihubungi. Tapi pada Kamis (11/11), Azrul menjelaskan, utusan dari DPD PKS Kota Cirebon ada yang berangkat ke DPP PKS di Jakarta untuk mengambil surat rekomendasi cawalkot-cawawalkot Cirebon. Tapi sampai Rabu (10/1) malam pukul 21.00 WIB, DPP PKS belum juga menerbitkan rekomendasi.

“Saya hanya menyambungkan. Ada yang standby di Jakarta, utusan dari Kota Cirebon. Sampai jam 21.00 WIB itu memang rekomendasi belum dikeluarkan DPP PKS. Sehingga kita instruksikan untuk pulang saja,” ungkap Azrul, kepada Rakyat Cirebon, Kamis (11/1).

Politisi PKS yang juga mantan anggota DPRD Kota Cirebon periode 2009-2014 itu mengaku, dirinya ikut mengusahakan agar rekomendasi cawalkot-cawawalkot Cirebon bisa diterbitkan DPP PKS. Termasuk, Anggota Fraksi PKS di DPR RI asal dapil Cirebon-Indramayu, H Mahfudz Sidiq juga berada di DPP pada Rabu malam itu.

“Saya mengusahakan. Utusan di sana didampingi Ust Mahfudz sampai jam 21.00 WIB masih lobi ke DPP PKS. Tapi memang majelis syuro PKS, memutuskan PKS Kota Cirebon tidak mengukuti pilkada,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Mahar Naik Lima Kali Lipat, PAN Akan Gugat PKS"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...