Luthfi Dapat Suntikan Suara Nasdem, Daftar ke KPU Bersama Qomar

jelang pendaftaran pilbup cirebon luthfi sempat terseok seok

RAKYATCIREBON.CO.ID  –   Keajaiban! Mungkin itu kata yang pas untuk menggambarkan PKB yang mengusung pasangan Moh Luthfi-Nurul Qomar pada Pilbup Cirebon 2018. Setelah terseok-seok mencari kawan koalisi, dan hampir saja ditinggal, akhirnya PKB mendapatkan keajabian di hari terakhir pendaftaran.

Partai pemilik 8 kursi di legislatif itu kelimpahan 4 kursi milik Nasdem, yang tiba-tiba saja mencabut dukungan dari PDIP yang mengusung pasangan Petahana, Sunjaya-Imron. Modal Luthfi untuk maju di pemilihan bupati Cirebon bukan hanya 10 kursi yang disyaratkan oleh KPU, tapi sudah melebihi menjadi 12 kursi. Dari kekurangan, menjadi kelebihan.

Keputusan Nasdem untuk mencabut dukungan dari pasangan Petahana didasari pada kekecewaan Nasdem ketika ikut mendaftarkan pasangan Sunjaya-Imron ke KPU. Partai besutan Surya Paloh itu diposisikan sebagai partai pendukung, bukan partai pengusung.

PDIP yang memang memiliki modal cukup untuk bisa mengusung pasangannya sendiri tidak ingin berbagi dengan Nasdem sebagai partai pengusung. Nasdem dianggap cukup sebagai partai yang mendukung.

Bahkan ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon, H Mustofa ikut menegaskan di hadapan komisioner KPU dan verifikator bahwa Nasdem partai pendukung. Mendengar hal itu, Ketua DPD Nasdem, Agus Supriyadi juga Ketua DPP Nasdem, Nining Indra Saleh merasa dipermalukan dan dikhianati oleh banteng moncong putih.

“Pada saat pendaftaran bacabup dan bacawabup kami telah menyiapkan berkas pengusungan. Namun PDIP justru tidak memasukkan Nasdem sebagai partai pengusung, melainkan hanya pendukung.

Jelas kami merasa dikhianati, karena komunikasi di awal pihak sebelas menyatakan kami bisa sebagai pengusung,” kata  Ketua DPD Nasdem Kabupaten Cirebon, Agus Supriyadi.

Meski demikian, Nasdem tidak mengambil sikap walk out saat itu juga, karena menghargai KPU. Sehingga pihaknya mengikuti proses sampai akhir. “Sebetulnya saya mau walk out, tapi ditahan oleh Ibu Nining,” kata Agus.

Setelah proses selesai, Hj Nining Indra Saleh kemudian memerintahkan Ketua DPD Nasdem  Agus Supriyadi untuk segera mencabut dukungan. Berkas dukungan itupun dicabut, dan dibawa kembali oleh Agus Supriyadi.

Nasdem  memutuskan  keluar dari koalisi dan memilih mengambil kembali berkas usungan yang sempat diserahkan ke KPU. “Berkas sudah saya ambil kembali,” kata Agus.

Pasca kejadian di KPU, Nasdem langsung menyusun strategi baru. Nasdem langsung mengambil sikap untuk bergabung dengan PKB mengusung Luthfi-Qomar. “Pusat telah memutuskan untuk koalisi dengan PKB mengusung Luthfi-Qomar,” jelasnya.

Ketua Desk Pilkada DPC PKB Kabupaten Cirebon, Abu Tolkhah Nawawi, mengaku gembira dengan kedatangan Nasdem yang akhirnya menggenapi syarat suara PKB untuk mengusung Luthfi-Qomar.

Abu Tolkhah merupakan satu-satunya orang yang mendampingi  M Luthfi berburu rekomendasi unutk bisa genapi kebutuhan kursi.

Kepada Rakcer, pria yang akrab disapa Habib Tolkhah itu mengaku sempat putus asa dan pasrah karena hingga Rabu (10/1) siang usahanya belum membuahkan hasil. Namun ia merasa bangga jodoh untuk teman koalisi PKB bisa dilabuhkan dengan Nasdem yang mencabut dukungan dari PDIP.

Kedatangan Habib Tholkhah di DPC Rabu (10/1) malam sekitar pukul 17.30 WIB disamput histeris puluhan pengurus DPC yang beberapa hari terakhir menunggu kabar yang tidak pasti.

Habib Tholkhah mengaku sekitar pukul 13.00 WIB kemarin mendapatkan angin segar karena Nasdem bisa diajak berkomunikasi dan berkoalisi. Komunikasi yang dibangun juga tidak serta merta langsung sepakat, karena etika tetap dipakai yakni melalui komunikasi dengan struktur partai tingkat bawah.

“Sebenarnya komunikasi dengan Nasdem sudah sejak beberapa hari  lalu. Mungkin jodohnya dengan PKB akhirnya para petinggi DPP DPW juga berkomunikasi dan menemukan kata sepakat,” ujarnya.

Dikatakannya, sebelum dengan Nasdem pihaknya tidak menampik telah membangun komunikasi dengan Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hingga Partai Demokrat, bahkan komposisi pasangan calon juga sempat diubah.

“Namun kalau jodoh tetap jodoh, akhirnya Allah SWT dan alam Kabupaten Cirebon masih berpihak kepada kami,” ujarnya.

Keputusan final Nasdem tertuang dalam SK yang langsung ditandatangani Ketua Umum Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal Johnny G Plate, berdasarkan Surat DPP Partai Nasdem bernomor 282-Kpts/DPP-NasDem/I/2018.

Keputusan Nasdem untuk berkoalisi dengan PKB ibarat oase di padang pasir.  PKB menyambutnya dengan suka cita. Kantor DPC PKB yang berada di kawasan Sumber mendadak jadi ramai. Ada aura kebangkitan. Pasangan Luthfi-Qomar yang diusung PKB bisa mendaftarkan diri ke KPU untuk ikut pemilihan bupati Cirebon.

Sementara itu Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Saefudin Jazuli membenarkan berkas partai Nasdem diambil kembali. “Nasdem belum mendaftar ke KPU karena berkasnya dibawa kembali. Artinya, masih bisa Nasdem keluar dari PDIP,” kata pria yang akrab disapa Asep singkat.

Sebelumnya, pasangan H M Luthfi-Nurul Qomar yang diusung Partai PKB dan Nasdem mendaftar di menit akhir pendaftaran bacabup dan bacawabup di KPU, Rabu (10/1) pukul 23.00 WIB.

Pantauan Rakcer di lapangan menyebutkan, pasangan yang mewakili kaum muda dan tua ini sebelum datang ke KPU terlebih dahulu mendatangi Kantor PCNU untuk meminta restu.

Setelah itu pasangan ini berjalan kaki dengan dikawal ratusan simpatisan dan kader ke KPU. Yang unik, pasangan ini menggunakan sarung bermotif mega mendung, kemeja putih dan peci hitam.

Selain pasangan, simpatisan juga mengenakan sarung dan peci layaknya santri. Setelah diterima komisioner dan dilakukan verifikasi oleh tim verifikator berkas pasangan ini dinyatakan lengkap.

Bakal calon bupati, Mohamad Luthfi ST menyampaikan apresiasi kepada Nasdem yang akhirnya mau berjuang bersama-sama di Pilkada tahun 2018. “Kalau kemarin saya masih jomblo tapi sekarang saya sudah punya pendamping, baik pendamping koalisi maupun pasangan,” kata Luthfi.

Disampaikan, dengan diterimanya berkas pendaftaran ini menandakan pertarungan telah dimulai. “Saya merasa bersyukur telah melewati proses pendaftaran. Mudah-mudahan bisa ditetapkan sebagai calon,” sambungnya.

Sementara itu bakal calon wakil bupati, Nurul Qomar mengaku sudah merasa lega. “Sekarang plong, kemarin gak bisa tidur bahkan stress,” tutur Qomar sembari bercanda.

Menurut bacawabup yang diusung Nasdem ini, dirinya dan Luthfi sangat cocok. Sebab memiliki rasa humor, sehingga pada saat mengalami masa sulit juga bisa diatasi sendiri.

“Saya dan pak bupati sangat cocok lah, jadi kami yakin bisa saling mengisi dan melengkapi,” imbuhnya. (ari/vic)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Luthfi Dapat Suntikan Suara Nasdem, Daftar ke KPU Bersama Qomar"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...