Kontraktor Gedung Setda Klaim 90 Persen, Tak Persoalkan Pembayaran Telat


RAKYATCIREBON.CO.ID – Perpanjangan waktu atau addendum proyek pembangunan gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon setinggi 8 lantai, diusulkan pihak kontraktor, PT Rivomas Pentasurya dihitung sejak 1 Januari. Bukan 27 Desember 2017 setelah kontrak habis pada 26 Desember 2017.

“Permohonan kami, addendum itu terhitungnya dari tanggal 1 Januari. Ini tidak menyalahi aturan, meskipun terpaut sekitar satu minggu. Karena habis kontrak awal itu 26 Desember,” ungkap Project Manager PT Rivomas Pentasurya, Tajudin, akhir pekan lalu.

Dijelaskan Tajudin, pihaknya sudah mencapai progres 90 persen. Namun jika menghitung material yang sudah berada di lokasi proyek atau on side, maka dipastikan 100 persen. “Karena on side tidak diakui. Tapi progres sudah 90 persen, onside sudah 100 persen. Tapi DPUPR mengakuinya 90 persen,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan memaksimalkan waktu 50 hari addendum untuk menyelesaikan megaproyek senilai Rp86 miliar itu. Pada Senin (15/1) ini, ditargetkan sudah semakin mendekati selesai.

“Dengan 50 hari kalender kita maksimalkan. Tidak terpaku pada cuaca. Kita kerjakan semua item pekerjaan secara simultan. Saya punya planning, di tanggal 15 ini mendekati selesai. Tapi kita yakin akhir Februari selesai semua,” tuturnya.

Tajudin juga mengaku, pihaknya tak mempersoalkan mengenai pembayaran yang belum ditunaikan Pemkot Cirebon secara penuh pada termin ketiga lalu. Pihaknya hanya menginginkan proyek itu cepat selesai, kemudian bisa dimanfaatkan.

“Saya fokus tanggungjawab untuk segera menyelesaikan, sehingga bisa dimanfaatkan oleh setda. Sistem pembayaran, kita sudah koordinasi dengan pemkot. Kita tidak pernah mempermasalahkan, meskipun masih ada sisa yang belum dibayarkan,” katanya.

Sebelumnya, meski belum selesai, Sekda Kota Cirebon, Drs H Asep Dedi MSi menyampaikan, pihaknya sudah melakukan rapat dengan membahas rencana pindahan kantor dari kantor sementara setda di Bima ke gedung 8 lantai nantinya. Termasuk kemungkinan ada kantor dinas yang pindah ke gedung baru.

“Kemarin (Rabu, red) sudah rapat membahas rencana pindahan. Layout di dalam (gedung 8 lantai) tidak mungkin untuk setda semua. Pasti ada dinas lain yang masuk. Belum diputuskan dinas mana saja,” tuturnya.

Di sisi lain, mengenai pembayaran, Asep Dedi menegaskan, pihaknya akan membayarkan biaya pembangunan kepada kontraktor sesuai dengan progres yang dicapai. “Sisa yang belum terbayarkan, nanti akan dibayarkan kalau sudah selesai. Kita bayarkan sesuai progres,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Kontraktor Gedung Setda Klaim 90 Persen, Tak Persoalkan Pembayaran Telat"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus