Koalisi Parpol Tidak Sejalan, Kecurangan Pilkada Diperkirakan Naik

jelang pilkada panwas tingkat desa perketat pengawasaan

RAKYATCIREBON.CO.ID  - Para Pengawas tingkat desa diharapkan lebih mewaspadai kemungkinan adanya kecurangan dan kejanggalan dalam proses tahapan pemilukada serentak 27 Juni 2018.

Pasalnya, dari sejumlah pasangan calon bupati dan paslon gubernur, koalisi antar pendukung di tingkat kabupaten dan provinsi/gubernur tidak sama. Sehingga dimungkinkan akan ada banyak kecurangan.

Hal ini ditegaskan‎ Ketua Panwaslu Kecamatan Palasah, Nonok Juariyah kepada Rakyat Majalengka, Rabu (17/1). Ia mengatakan, ‎ada dua objek pengawasan di tahun ini. Yakni pilbup Majalengka dan pilgub Jabar.

Dua momen dalam satu waktu ini sangat dimungkinkan tims ukses masing-masing paslon akan melakukan segala cara untuk menghindari pelanggaran. Karena, koalisi parpol di tingkat kabupaten dan provinsi tidak sejalan.

"Jadi, kepada para pengawas pemilu tingkat desa diharapkan agar lebih waspad. Karena hanya satu parpol yang satu paket dan sejalan antara kabupaten dengan provinsi, yakni PDIP. Parpol lainnya antara pilkada Majalengka dengan pilgub ada yang tidak sejalan," ungkap Nonok usai melantik para Pengawas Pemilu Desa di aula Kecamatan Palasah, Rabu (17/1).

Ia menuturkan, solusinya, pengawasn di tingkat desa harus melakukan pengawasan intensif. Khususnya yang berada di tingkat desa. Meliputi kepala desa, tokoh agama, wanita, para pimpinan parpol, tim sukses di tingkat desa, PPS dan KPPS agar tetap diawasi.

"Karena, pilkada tahun ini cukup unik. Mengingat koalisi parpol tidak sejalan antara tingkat kabupaten dan provinsi," ungkapnya.

‎Sementara itu, Camat Palasah, Andik Sujarwo m enjelaskan, tahun ini merupakan yang pertama kalinya pilkada serentak dilaksanakan. Pemilu sebelumnya belum pernah ada, termasuk sewaktu pemilu pertama tahun 1955.

Sebagai bentuk partisipasi mensukseskan pemilukada serentak, pihaknya akan segera mengedarkan surat khusus agar ASN tetap menjaga netralitasnya.

"Saya akan buat surat edaran ke desa-desa untuk mengingatkan kepala desa dan pamong desa agar tetap netral. Surat edaran juga akan saya kirim ke kepala UPTD dan kepala sekolah-sekolah. Sudah saya wanti-wanti kepada para ASN di lingkungan kecamatan Palasah agar tetap netral, " ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kapolsek Palasah, AKP Asep Suwandi. Ia mengatakan, tugas Panwas harus dimulai hari ini (kemarin, red) setelah pelantikan. Oleh karenanya agar sudah dipersiapkan secara fisik dan mental. Karena, pada pelaksanaan pemilukada serentak dimungkinkan ada banyak kecurangan.

"Potensi kerawanan memungkinkan, karena memang koalisi parpol tingkat kabupaten dan provinsi tidak sinergi. Tetap jangan lupa, kalau bekerja di lapangan kita tetap harus berkoordinasi dengan pimpinan kita, termasuk dengan pihak kepolisian," pungkasnya. (hrd) 

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Koalisi Parpol Tidak Sejalan, Kecurangan Pilkada Diperkirakan Naik"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus