Ketua IPP Kanoman Tuding ada Provokator di Balik Penolakan Pasar Darurat

pedagang ingin pasar darurat tetap dbangun di jalan kanoman

RAKYATCIREBON.CO.ID – Isu penolakan pasar darurat dihembuskan beberapa orang pemilik ruko di sisi jalan sekitar pasar Kanoman. Sementara pedagang pasar sendiri tetap berkeinginan, pasar darurat dibangun di jalan Kanoman, Jalan Pecinan, Jalan Winaon dan Jalan Lemahwungkuk.

“Semua pedagang kompak inginnya pasar darurat itu di empat ruas jalan sekitar Pasar Kanoman itu,” ungkap Ketua Ikatan Pedagang Pasar (IPP) Kanoman, Nuri Cuyanto, kepada Rakyat Cirebon, kemarin.

Menurutnya, beberapa puluh tahun lalu, pedagang pernah menempati pasar darurat yang dibangun di keempat ruas jalan tersebut, saat Pasar Kanoman diperbaiki. “Karena dulu juga sudah pernah dua kali pembangunan maupun perbaikan. Pasar daruratnya di situ juga,” ujarnya.

Dirinya heran, pada saat ini hendak dibangun pasar darurat lantaran Pasar Kanoman akan direvitalisasi, muncul riak-riak penolakan dari beberapa orang pemilik ruko. Sedangkan sebagian besar sudah bersepakat menyetujuinya.

“Dulu tidak ada masalah. Tapi kenapa sekarang mempersoalkan? Pada ribut. Saya melihatnya ada provokator. Pemilik ruko yang lain adem-adem saja. Sebagian besar menerima dan sudah setuju, sampai rapat yang terakhir di Perumda Pasar itu,” tuturnya.

Nuri meminta kepada beberapa orang itu untuk menghentikan provokasi penolakan pasar darurat. Karena pasar darurat sendiri hanya sementara, selama pembangunan Pasar Kanoman.

“Tolonglah, rakyat kecil jangan diprovokasi. Kelihatan kok siapa yang memprovokasi pada saat rapat di dewan (pada Senin lalu),” katanya.

Di sisi lain, pihaknya tak setuju jika pasar darurat dibangun di terminal elf Dukuhsemar, eks pasar darurat Jagasatru. “Kalau dipindah ke Dukuhsemar, pedagang tidak mau. Pertimbangannya terlalu jauh dengan lokasi pasar ini,” kata dia.

Sebelumnya, beberapa pemilik ruko di sekitar Jalan Kanoman masih keberatan dengan rencana pembangunan pasar darurat Kanoman. Namun demikian, para pedagang di pasar tersebut berkeinginan pasar darurat dibangun tidak jauh dari lokasi Pasar Kanoman.

“Pada 20 tahun lalu juga perna ada relokasi untuk perbaikan pasar, lokasinya di ruas jalan sekitar Pasar Kanoman. Kali ini, pedagang juga mintanya jangan jauh-jauh dari Pasar Kanoman,” ungkap Direktur Utama Perumda Pasar, Akhyadi SE, usai audiensi di Griya Sawala gedung DPRD, Senin (22/1).

Audiensi yang dihadiri beberapa pihak terkait, termasuk pemilik ruko yang masih keberatan adanya pasar darurat di ruas jalan sekitar pasar dan pihak Keraton Kanoman itu buntu. Untuk sementara, Komisi II DPRD memutuskan untuk merekomendasikan penundaan pembangunan pasar darurat Kanoman.

“Sesuai amanat Komisi II, sebelum semua jernih dan ada keputusan final, kami tidak akan berbuat banyak. Untuk pasar darurat sementara ini ditangguhkan dulu. Kita komunikasi dulu dengan PT Inti Utama Raya (investor revitalisasi Pasar Kanoman, red),” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

2 Responses to "Ketua IPP Kanoman Tuding ada Provokator di Balik Penolakan Pasar Darurat"

  1. maap... kami pemilik toko mempunyai sertifikat dan berhak atas apa yang kami bayarkan untuk pajak kepada pemerintah..... jd tolong... berfikir logis saja...

    BalasHapus
  2. Agar berita berimbang berikan hak jawab dong kepada pedagang yang menolak. Sy tidak melihat jawaban dari yg menolak pasar darurat dalam berita ini? Apa tidak aneh???

    BalasHapus

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...