Ketua APPSI: Posisi Perumda Pasar ada di Pihak Mana?

polemik pasar darurat kanoman cirebon terus memanas

RAKYATCIREBON.CO.ID – Polemik rencana revitalisasi Pasar Kanoman menuai keprihatinan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Cirebon. Terlebih lagi, penundaan revitalisasi Pasar Kanoman diputuskan pada rapat audiensi di gedung DPRD Kota Cirebon.

“Apalagi penundaan itu diputuskan di gedung dewan. APPSI prihatin melihat situasi seperti ini,” ungkap Ketua DPD APPSI Kota Cirebon, H Agus Saputra, saat ditemui di sekretariat DPD APPSI, Rabu (24/1).

Menurut Agus, penundaan pembangunan pasar darurat lantaran penolakan dari beberapa orang pemilik ruko di sekitar Pasar Kanoman, merupakan kejadian yang tidak biasa. Rencana dimulainya revitalisasi Pasar Kanoman sudah tertunda beberapa kali sejak tahun lalu.

“Ini kejadian luar biasa. Sejak beberapa bulan lalu, PT Inti Utama Raya sebagai investor sudah siap membangun. Setelah sempat ditunda karena akan lebaran Idulfitri, Maulid Nabi Muhammad, sampai Festival Keraton Nusantara (FKN), sekarang persoalannya dengan pedagang di ruko,” tuturnya.

Pihaknya mempertanyakan ketegasan dari Pemkot Cirebon melalui Perumda Pasar. Agus menilai, Perumda Pasar terkesan mengabaikan keinginan sekitar 1.400 pedagang di Pasar Kanoman untuk segera revitalisasi dan pembangunan pasar darurat di empat ruas jalan sekitar pasar tersebut.

“Kenapa hanya segelintir pedagang ruko malah yang dipertimbangkan? Sementara 1.400 pedagang Pasar Kanoman diabaikan. Ini posisi Perumda Pasar ada di pihak mana? Apakah di pihak investor atau pedagang? Dimana ketegasan Perumda Pasar?” tuturnya.

Menurut Agus, kalau semua pedagang di Pasar Kanoman menginginkan pasar darurat dibangun di Jalan Kanoman, Jalan Pecinan, Jalan Pecinan dan Jalan Lemawungkuk, maka Perumda Pasar harusnya bisa tegas untuk memulai pembangunan pasar darurat. “Kalau ada di pihak pedagang, kalau pedagang sudah‎ setuju, harusnya langsung dimulai,” kata dia.

Pihaknya meminta kepada Perumda Pasar untuk segera memberi kepastian kepada pedagang Pasar Kanoman. Agus mengatakan, pedagang tidak akan meminta banyak syarat, melainkan hanya ingin berjualan dengan aman dan tenang.

“APPSI meminta harus ada kepastian‎ dan kejelasan bagi pedagang. Jangan diombang-ambingkan. Karena pedagang hanya meminta aman dan tenang saat berjualan,” katanya.

Dia juga menegaskan, tidak setuju dengan usulan pasar darurat dilokasikan di terminal elf Dukuhsemar, eks pasar darurat Jagasatru.

Menurut Agus, kebiasaan pedagang di Pasar Jagasatru dan Kanoman berbeda. Jika aktivitas perdagangan di Jagasatru terbilang 24 jam, berbeda dengan di Kanoman yang sore sampai malam hari sepi.

“‎Tidak setuju pindah ke Dukuhsemar. Karena persoalan keamanan dan kenyamanan. Kalau Pasar Kanoman itu tidak 24 jam, beda dengan Pasar Jagasatru,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Ikatan Pedagang Pasar (IPP) Kanoman, Nuri Cuyanto mengatakan, pedagang Pasar Kanoman sendiri tetap berkeinginan, pasar darurat dibangun di Jalan Kanoman, Jalan Pecinan, Jalan Winaon dan Jalan Lemahwungkuk.

“Semua pedagang kompak inginnya pasar darurat itu di empat ruas jalan sekitar Pasar Kanoman itu,” ungkap Ketua Ikatan Pedagang Pasar (IPP) Kanoman, Nuri Cuyanto.

Menurutnya, beberapa puluh tahun lalu, pedagang pernah menempati pasar darurat yang dibangun di keempat ruas jalan tersebut, saat Pasar Kanoman diperbaiki. “Karena dulu juga sudah pernah dua kali pembangunan maupun perbaikan. Pasar daruratnya di situ juga,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya tak setuju jika pasar darurat dibangun di terminal elf Dukuhsemar, eks pasar darurat Jagasatru. “Kalau dipindah ke Dukuhsemar, pedagang tidak mau. Pertimbangannya terlalu jauh dengan lokasi pasar ini,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Ketua APPSI: Posisi Perumda Pasar ada di Pihak Mana? "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus