Kader PDIP Pindah ke PKS, Suara Banteng Bisa Pecah

ketua fpdip sayangkan kader pdip maju di pks

RAKYATCIREBON.CO.ID  - Salah satu hal yang menjadi sorotan di Pilkada 2018 Kabupaten Cirebon adalah suara PDI Perjuangan.  Bagaimana tidak, partai pemenang di Kabupaten Cirebon selama 20 tahun ini kemungkinan akan menghadapi ujian berat.

Pasalnya beberapa orang yang semula mendaftar sebagai bakal calon bupati Cirebon di PDI Perjuangan, kini loncat partai. Hal ini dikhawatirkan akan membuat pecah suara partai.

Misalnya kader dan anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Dian Hernawa Susanty (DHS), yang mengundurkan diri dan memilih PKS sebagai kendaraan politiknya untuk ikut pilkada.

Hal ini karena partai banteng moncong putih lebih percaya terhadap pasangan petahana, Sunjaya Purwadi-Imron Rosyadi. Akhirnya Dian memilih tawaran maju dari PKS.

DHS mantap memilih keluar dari PDIP. Semasa di partai, perempuan asal Gegesik itu dikenal sangat dekat dengan sejumlah PAC. Bahkan hingga saat ini, ada beberapa PAC yang selalu setia mendampinginya. Perempuan yang selalu berkerudung itu juga dikenal dekat dengan para seniman Cirebon.

Kecintaannya terhadap budaya Cirebon dibuktikan dengan menjadi produser film yang diangkat dari cerita legendaris Cirebon, Baridin Ratminah. Bahkan DHS sekaligus memerankan sosok Mbok Wangsih dalam film tersebut.

Kini Santy berniat maju menggunakan kendaraan PKS dan Gerindra, mendampingi mantan birokrat senior Kabupate Cirebon, H Kalinga, yang maju sebagai calon bupati.

Selanjutnya, adalah mantan Sekretaris Daerah Yayat Ruhyat, ia merupakan salah satu bacabup dari PDI Perjuangan yang kini digandeng H Rakhmat. Meskipun bukan kader asli banteng moncong putih, namun Yayat sudah seperti sosok bapak bagi sejumlah PAC. 

Bagi kader PDIP, sosok Yayat bukan orang asing. Bahkan lebih loyal dari elit DPC kepada partainya. Untuk itulah dia memberanikan diri mendaftar sebagai calon/wakil bupati Cirebon.

Namun niatnya tidak direspon, sebab DPP tetap memilih petahana untuk melanjutkan pemerintahan. Yayat akhirnya maju mendampingi calon bupati Rakhmat, yang diusung oleh Partai Golkar dan Demokrat.

Terakhir, H Tarmadi (HT), kader PDIP yang setelah dipastikan tidak dapat rekomendasi PDIP, akhirnya  berupaya mendapatkan rekom dari partai lain yakni PKB. Namun, PKB telah menetapkan rekomendasi bagi Kabupaten Cirebon.

Belum bisa dipastikan apakah kader PDIP atau ketua DPC PKB, Mohamad Luthfi yang mendapatkan rekom. Sebab internal partai yang dikomandoi Muhaimin Iskandar itu masih menutup-nutupi.

Jika benar Tarmadi maju menggunakan kendaraan lain, diprediksi suara PDIP khususnya di wilayah timur bisa pecah. Apalagi, pada Pilkada kali ini puluhan PAC secara terang-terangan menyampaikan penolakan atas rekomendasi Sunjaya-Imron.

Melihat fenomena politik seperti itu, kader PDIP yang juga Ketua Fraksi PDIP, Suherman mengaku tidak khawatir dan takut.

"Pertama saya sangat menyayangkan jika ada kader partai yang berkhianat. Dengan keluar dari partai dan mencalonkan diri dari partai lain itu namanya berkhianat. Harusnya apapun yang terjadi tetap mendukung partainya," kata pria yang akrab disapa Anger itu.

Kaitan dengan suara partai, Anger sangat meyakini akan tetap solid. Adapun sempat ada gejolak, itu bagian dari dinamika. Tapi pada saat pertarungan nanti, semua kader dan simpatisan akan satu barisan.

"Tidak mungkin kader partai mendukung penghianat. Saya sangat yakin PDIP yang akan menang," tegas Anger. (ari)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Kader PDIP Pindah ke PKS, Suara Banteng Bisa Pecah"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...