Jika Terbukti Minta Mahar, PKS Diskors di Pilwalkot Edisi Berikutnya

panwaslu kumpulkan bukti  mahar politik pks

RAKYATCIREBON.CO.ID - Koalisi Umat ternyata sudah menyepakati “jatah pengusungan” di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 ini. Dua dari tiga parpol Koalisi Umat, yakni PAN, PKS dan Partai Gerindra, saling berpasangan untuk mengusung kadernya di daerah.

Di Kota Cirebon, diketahui calon walikota yang akan diusung menjadi jatahnya Partai Gerindra, sedangkan calon wakilnya merupakan jatah PAN. PKS, mau tidak mau harus mengusung, karena kesepakatan antar elit di DPP. Hal itu juga terjadi di pilkada lainnya.

“Pada 5 Januari malam, di rumah ketua umum PAN, ada tiga ketua umum partai Koalisi Umat. Jam 21.00 malam, ketum PAN panggil saya. Kemudian disampaikan, untuk Kota Cirebon disepakati walikotanya dari Partai Gerindra, wakilnya dari PAN. Malam itu sudah disepakati,” ungkap Ketua Badan Pemberdayaan Perempuan DPP PAN, Dra Hj Euis Fety Fatayaty MSi, kemarin, di kantor Panwaslu Kota Cirebon.

Pada malam itu juga, kemudian disepakati bahwa jatah PAN untuk calon wakil walikota diberikan kepada Euis. Sedangkan Partai Gerindra akan mengusung Siswandi sebagai calon walikota.

“Disepakati wakilnya saya. Partai Gerindra calon walikotanya Pak Siswandi. Hari itu juga PAN bikin rekomendasi,” katanya.

Pada 10 Januari pagi, dijelaskan Euis, dirinya ditelepon Ketua DPD PKS, H Karso. Disampaikan Karso, dirinya akan berangkat ke Jakarta untuk mengambil rekomendasi DPP PKS.

“Pak Karso telepon saya, bilang mau ke Jakarta ambil rekomendasi. Kalau tidak kenal sama sekali, tidak mungkin lah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kota Cirebon, Susilo Waluyo mengatakan, selain mendapati informasi dari Siswandi, juga diperlihatkan bukti-bukti yang mengarah pada dugaan permintaan mahar politik.

“Panwaslu baru diperlihatkan. Misalnya percakapan Whatsapp antara Pak Bob dan A. Tapi sampai saat ini belum kita print. Memang baru pembicaraan. Belum terjadi,” katanya.

Susilo menyebutkan, bila persoalan permintaan mahar itu terbukti secara sah dan meyakinkan oleh pengadilan, maka ada sanksi berat yang mengintai PKS. “Apabila terbukti secara sah dan meyakinkan oleh pengadilan, tidak boleh mencalonkan lagi di (pilkada) periode berikutnya. Diskors selama satu periode,” katanya.

Selain itu, Susilo juga menyampaikan, pihaknya akan memanggil tim advokasi Siswandi-Euis, Bob Hasan SH MH sebagai pihak yang terlibat dalam percakapan yang diduga permintaan mahar. “Kita akan mengundang Pak Bob Hasan. Kemungkinan Senin,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Jika Terbukti Minta Mahar, PKS Diskors di Pilwalkot Edisi Berikutnya"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus