Jangan Pilih Kandidat yang Manipulasi Harta Kekayaan!

lhkpn buka kekayaan bacabup majalengka

RAKYATCIREBON.CO.ID – Pemerhati politik di kabupaten Majalengka, Haris Azis Susilo SIP mengajak seluruh masyarakat Majalengka untuk tidak memilih calon kepala daerah yang memanipulasi laporan harta kekayaan.

Seperti diketahui, tiga bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Majalengka 2018 telah menyerahkan laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan telah terverifikasi dan terlihat nominalnya oleh publik.

Menurut Haris, pihak KPK akan melakukan proses verifikasi kelengkapan LHKPN para calon kepala daerah. Setelah itu, barulah verifikasi faktual dilakukan. "Nantinya kan akan dicek juga kesesuainnya antara yang dilaporkan dengan yang real-nya. Kalau memang ada yang memanipulasi, lebih baik tidak usah dipilih," ujar Haris, Jumat (26/1).

Dijelaskan dia, verifikasi faktual dilakukan setelah KPU resmi mengumumkan penetapan pasangan calon kepala daerah pada 12 Februari 2018 mendatang. Haris menambahkan, masyarakat harus jeli, mengingat informasi tersebut bisa diakses oleh publik. Kalau pengecekan itu selesai sebelum masa pemilihan, itu bisa dijadikan informasi oleh masyarakat terkait kejujuran para calon kepala daerah.

“Kalau awalnya saja berbohong, bagaimana nantinya setelah jadi. Melaporkan harta kekayaan dengan jujur penting untuk menciptakan proses pencegahan dari praktik korupsi. Kita berharap laporan harta tersebut memang benar-benar asli,” ujarnya.

Lebih lanjut Haris mengatakan, syarat melaporkan LHKPN guna mengikuti pemilihan kepala daerah tertuang dalam peraturan KPU No 15/2017 tentang perubahan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 pada Pasal 4 ayat (1) huruf k, yang menyatakan menyerahkan daftar kekayaan pribadi.

Seperti diketahui sebelumnya, jika ditinjau dari halaman http://kpk.go.id/id/pantau-pilkada-indonesia, dari para calon yang telah terverifikasi LHKPN-nya adalah Taufan Ansyar tercatat menjadi kontestan Pilbup Majalengka yang paling tinggi nilai kekayaanya. Taufan tercatat melaporkan LHKPN pada  9 Januari 2018 dengan laporan harta kekayaan mencapai sebesar Rp27.670.000.000.

Sementara  cawabup Jefry Romdonny yang melaporkan LHKPN pada  16 Januari 2018 menempati urutan kedua dengan nilai kekayaannya mencapai Rp16.709.041.825.

Posisi ketiga juga masih ditempati  cawabup, yakni Tarsono D Mardiana yang diusung PDIP. Tarsono melaporkan LHKPN ke KPK pada 15 Januari 2018 dengan jumlah harta kekayaannya mencapai Rp4.430.383.491. Di tanggal yang sama  calon bupati Karna Sobahi juga melaporkan LHKPN dengan nominal harga yang dicantumkan sebesar Rp3.402.554.600.

Di posisi berikutnya, cabup Maman Imanulhaq melaporkan harta kekayaannya ke LHKPN KPK pada  8 Januari 2018 dengan mencantumkan nominal harta sebanyak Rp3.094.409.783. Dan posisi terakhir  cabup Sanwasi melaporkan LHKPN pada 10 Januari 2018 dengan mencantumkan harta sebesar Rp1.807.715.808.(hsn)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Jangan Pilih Kandidat yang Manipulasi Harta Kekayaan!"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus