Jalur Pengangkut Hasil Panen Tidak Pernah Tersentuh Aspal

petani di dua kecamatan majalengka minta perbaikan jalan

RAKYATCIREBON.CO.ID  - Warga kelurahan Ciborelang dan Jatisura Kecamatan Jatiwangi merindukan akses jalan ke area sawah yang mulus. Pasalnya, selama puluhan tahun akses jalan tersebut selalu digunakan para petani.

Padahal, dari sisi ekonomi, akses jalan alternatif yang bisa tembus ke kelurahan Beusi kecamatan Ligung itu bisa meningkatkan perekonomian warga setempat.

‎Akses jalan ini meskipun sering dilalui dan sering dimanfaatkan oleh petani, kurang begitu tersentuh oleh pembangunan. Jika melihat potensinya, jalur tersebut akan lebih ramai, mengingat tidak ada jalur alternatif lain untuk sampai ke pasar Ciborelang, selain lewat jalan raya Cirebon-Bandung.

Salah seorang petani setempat, Kimi (39) mengatakan ‎seharusnya akses jalan Ciborelang-Jatisura dapat diaspal. Dengan begitu para petani tidak akan kesulitan lagi untuk bisa mengangkut hasil panennya. Sementara ini, selama puluhan tahun, akses jalan ini tidak pernah tersentuh sama sekali.

"Harus ada terobosan baru dong, masa jalur ini begini-begini saja dari dulu. Tidak pernah tersentuh aspal. Padahal, kata bupati pembangunan harus bermanfaat untuk warga, bagi kami yang bermanfaat ya ini, jalan menuju sawah," ungkapnya.

Menurutnya, bupati juga pernah bilang pembangunan di kelurahan maupun desa harus mengutamakan asas dan manfaatnya yang secara langsung dapat dirasakan oleh masyarakat. Sementara hingga hari ini pembangunan akses jalan menuju sawah ke pemukiman dibiarkan tanpa sentuhan pembangunan.

"Padahal, manfaatnya sangat jelas. Yakni membantu para petani dalam mengangkut hasil panen dengan lebih lancar. Sementara kalau pembangunan gada-gada kurang begitu dirasakan," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Majalengka, H Sutrisno mengatakan, pembangunan di desa memang harus mengutamakan infrastruktur maupun akses jalan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Seperti pembangunan jalan dan membaguskan jalan menuju area sawah. Jika itu sudah dilakukan, maka manfaatnya akan sangat dirasakan langsung oleh para petani.

"Pembangunan yang kurang bermanfaat, agar dhilangkan, seperti pembangunan gada-gada atau pagar. Untuk sementara lebih baik dialihkan untuk pembangunan yang lebih bermanfaat. Ganti dengan pembangunan jalan untuk memudahkan petani mengangkut sayuran dan hasil panen," ungkapnya. ‎(hrd)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Jalur Pengangkut Hasil Panen Tidak Pernah Tersentuh Aspal "

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...