Hanura Sesalkan Klaim Sepihak

hanura belum keluarkan rekom untuk pilbup cirebon

RAKYATCIREBON.CO.ID - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Cirebon  dari Partai Golkar, H Rakhmat SE dan Drs H Yayat Ruhyat MSi nampaknya masih harus memastikan bangunan koalisi yang akan digunakan untuk mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pasalnya, hingga saat ini, dua partai yang santer disebut akan menjadi rekan koalisi yaitu Partai Demokrat dan Partai Hanura belum mengeluarkan keputusan apapun.

Seperti diketahui sebelumnya, pasangan Rakhmat-Yayat sudah resmi diusung oleh Partai Golkar untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cirebon Tahun 2018. Partai Demokrat yang sejak awal memberikan rekomendasi kepada Yayat sebagai cawabup ternyata belum memutuskan apapun.

Termasuk juga Partai Hanura yang terus dikaitkan dengan pasangan ini mengingat posisi Rakhmat yang sebelumnya merupakan Ketua DPC

Partai Hanura Kabupaten Cirebon. Akan tetapi, bangunan koalisi ini belum sepenuhnya akan berdiri karena masing-masing partai memiliki konstalasi politik masing-masing.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Rakcer, posisi Demokrat saat ini masih bimbang dan mengambil sikap arah dukungannya.

Pertarungan di tingkat DPP menjadi kunci, mengingat untuk Kabupaten Cirebon sendiri terdapat dua tokoh kuat yaitu H Nurul Qomar serta H E Herman Khaeron dan keduanya memiliki pandangan berbeda.

Bisa jadi, bangunan koalisi Golkar-Demokrat-Hanura akan terpecah dan tidak menjadi satu jika salah satu partai tidak memberikan dukungannya. Dengan kata lain, pasangan Rakhmat-Yayat pun belum bisa dipastikan maju apabila tidak adanya partai yang berkoalisi.
Terbukti, Ketua DPC Hanura Kabupaten Cirebon, HM Yatsawi menegaskan partainya belum memutuskan arah koalisi dengan partai manapun. Dirinya mengungkapkan, bangunan koalisi yang sekarang beredar hanya isu.

"Saya saat ini katakan bahwa Hanura belum mengeluarkan keputusan apapun. Keputusan baru satu yaitu memberikan mandate kepada Ketua DPC sebagai calon wakil bupat Cirebon. Belum ada keputusan lagi selain itu," tegas Yatsawi saat dihubungi Rakcer, Minggu (7/1).

Dalam kesempatan ini, Yatsawi juga menilai ditariknya Hanura ke dalam koalisi Golkar-Demokrat hanyalah klaim dari pihak yang tidak bertanggungjawab. Dengan kata lain, Yatsawi menyebutkan masih menunggu keputusan partai kedepannya.

"Yang sudah pasti mungkin baru PDIP. Kalau yang lainnya termasuk Hanura belum pasti. Kita juga kan sejak awal sudah komitmen dengan PKB dan tetap menunggu hal itu," tambahnya.

Bukan hanya itu saja, Yatsawi juga mengakui konstalasi politik pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat akan berpengaruh pada bangunan koalisi di tingkat kota/kabupaten. Jika melihat hal tersebut, Yatsawi tidak munutup kemungkinan bagunan koalisi di Provinsi akan diikuti oleh daerah.

"Kita lihat saja nanti seperti apa. Tetapi, kita sendiri sekarang belum memutuskan akan ikut kemana," tandasnya.(yog)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Hanura Sesalkan Klaim Sepihak"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus

loading...