El Clasico: Pasti vs Oke, Pendukung Timses Dilarang Gaduh

pasangan pasti dan oke melakukan pemeriksaan kesehatan

RAKYATCIREBON.CO.ID - Di Liga Spanyol, ada laga panas yang selalu dinanti para pecinta sepak bola di seantero jagat. Ya, pertarungan bertajuk el clasico antara Real Madrid versus Barcelona, selalu menjadi laga yang menyedot banyak perhatian masyarakat dunia, khususnya pecinta sepak bola.

Dalam konteks Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018, laga el clasico akan terjadi di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Cirebon pada 27 Juni mendatang. Dua “rival” akan kembali berhadapan. Mereka adalah Drs Nasrudin Azis SH dan H Bamunas S Boediman MBA atau akrab disapa Oki.

Azis dan Oki adalah kontestan di Pilwalkot 2013 lalu. Kala itu, Azis merupakan calon wakil walikota berdampingan dengan Drs Ano Sutrisno MM (alm). Sedangkan Oki berstatus calon walikota berduet dengan Drs Priatmo Adji. Pada edisi 2013, Ano-Azis menang dan Oki-Adji berada di urutan kedua dari lima pasang kontestan.

Kali ini, Azis yang berstatus sebagai petahana walikota akan berpasangan dengan Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua DPD Partai Nasdem, Dra Hj Eti Herawati. Sementara Oki, menggandeng adik ipar Ano (alm), Effendi Edo SAP MSi yang berlatarbelakang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dishub Jawa Barat.

Pertarungan dua “gajah besar” itu sebenarnya sudah diprediksi jauh-jauh hari. Pasalnya, berdasarkan hasil survei beberapa lembaga, baik Azis maupun Oki memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas yang tidak terpaut jauh. Keduanya juga punya investasi politik yang tergolong baik.

Duet pasangan Azis-Eti (Pasti) diusung oleh lima partai politik yang memiliki kursi di DPRD Kota Cirebon. Masing-masing Partai Demokrat (3 kursi), Partai Nasdem (4 kursi), PKB (2 kursi), PKPI (1 kursi) dan Partai Hanura (3 kursi). Sedangkan duet Oki-Edo (Oke) diusung tiga parpol parlemen, yakni PDIP (7 kursi), Partai Golkar (4 kursi) dan PPP (2 kursi). Antara Pasti dan Oke, sama-sama didukung 13 kursi kekuatan di parlemen.

Kedua pasang kandidat itu juga mendaftarkan diri ke KPU Kota Cirebon pada waktu yang berdekatan jam, di hari yang sama pada Rabu (10/1) atau hari terakhir dibukanya pendaftaran bakal calon walikota dan wakil walikota. Meskipun pasangan Oke sendiri sempat tertunda pada Selasa (9/10), karena harus melengkapi berkas.

“Menurut saya, ini adalah kompetisi antar sahabat. Saya dan Pak Oki maupun Pak Edo saling mengenal baik. Begitupun sebaliknya,” ungkap Azis, kemarin.

Untuk itu, ia berharap, Pilwalkot 2018 dapat menjadi ajang pendewasaan dalam berpolitik. Azis mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mengedepankan persatuan, walau berbeda pilihan. “Pilihan boleh berbeda, karena ini demokrasi. Tapi persatuan harus tetap terjaga,” kata dia.

Azis sendiri mengaku optimis bisa memenangkan Pilwalkot 2018. Terlebih jika melihat komposisi lima parpol pengusung yang penuh daya juang dan kesukarelaan dalam mengusung duet Pasti. “Saya sangat berterimakasih atas perjuangan dan ketulusan parpol pengusung. Insya Allah ini menjadikan kita semakin optimis untuk menang,” katanya.

Sementara Oki sendiri mengatakan, setelah dinyatakan lolos pendaftaran, dirinya bersemangat untuk merekatkan kekompakan antar partai pengusung. Oki menilai, PDIP, Partai Golkar dan PPP sebagai partai besar, memiliki kekompoakan yang baik. “Kami didukung oleh tiga partai besar. Hal itu menjadi semangat untuk kedepan. Saya sangat berterimakasih, mari bersatu,” katanya.

Pertarungan seru itu juga membuat KPU Kota Cirebon selalu mewanti-wanti agar kontestasi pilwalkot bisa berlangsung aman dan damai. Ketua KPU Kota Cirebon, Emirzal Hamdani SE Ak mengajak kepada seluruh kandidat maupun pendukungnya untuk bisa bersikap dewasa. “‎Pilwalkot bisa berjalan aman dan damai, kalau kita bisa menyikapi semua persoalan dengan cerdas,” ujarnya.

Semua kandidat diminta untuk mengendalikan pendukung, tim sukses maupun relawan pemenangannya, agar tidak melakukan hal-hal kontraproduktif. Semisal black campaign terhadap kandidat lain. Salahsatunya di dunia maya, yang menurut Emir, sudah mulai menghangat.

“Karena sudah mulai‎ hangat. Kita antisipasi jangan sampai panas. Kepada semua pasangan calon dan tim pendukung agar bisa mengontrol tim sukses atau simpatisannya. Tidak hanya di dunia nyata, tapi juga di dunia maya. Lebih baik sampaikan visi dan misi. Tidak perlu menghujat,” katanya. (jri)

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "El Clasico: Pasti vs Oke, Pendukung Timses Dilarang Gaduh"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus