Dua Mantan Kadisdik Nyabup, Lumbung Suara Guru Bakal Terbelah

kadisdik majalengka imbau guru netral di pilkada

RAKYATCIREBON.CO.ID   – Kadisdik Majalengka Drs H Iman Pramudia Subagja mengimbau guru netral dalam Pilbup tahun ini. Meski demikian, lumbung suara dari kalangan para pendidik itu diperkirakan bakal terbelah.

Hal ini karena adanya dua mantan Kadisdik Majalengka yang mendaftar pada pencalonan bupati dan wakil bupati Majalengka 2018. Kedua sosok yang pernah menduduki jabatan tinggi di Kadisdik itu, yakni Dr H Karna Sobahi MMPd dan H Sanwasi.

Baik Karna maupun Sanwasi, sama-sama duduk di kursi Disdik cukup lama. Keduanya juga telah menorehkan prestasi luar biasa dalam mengayomi para pendidik di Majalengka.

Menanggapi hal tersebut, Kadisdik Drs H Iman Pramudia Subagja mengingatkan, para guru agar menjaga netralitas dan tidak melakukan politik praktis. Karena, pada dasarnya guru juga memiliki kewajiban yang sama dengan pegawai negeri sipil (PNS) lainnya terkait pilkada. Yakni, menjaga netralitas serta tidak terlibat dengan politik praktis.

"Netralitas guru harus dijaga. Saya ingatkan kepada guru agar tetap bersikap netral dan tidak terlibat politik praktis. Tidak mendukung dan ikut terlibat dalam kampanye salah satu pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati," ujar Imana kepada Rakyat Cirebon, Minggu (14/1).

Meskipun begitu, ia berpesan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Majalengka, para  guru harus benar-benar bekerja dengan sungguh-sungguh, tulus, dan ikhlas mengajar dan mendidik.

Apalagi, kata dia, seorang guru memiliki peran besar menciptakan generasi penerus yang akan melanjutkan roda pemerintahan dan pembangunan.

"Mari menyatukan langkah dan tekat. Memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Majalengka. Apalagi, sebentar lagi BIJB akan beroprasi. Akan banyak PR bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas SDM. Oleh karena itu, semua harus sungguh semangat dan memiliki motivasi untuk memajukan daerah Kabupaten Majalengka,"pungkasnya.

Salah seorang guru di Majalengka, Ahmad Yunus SPdI sependapat dengan Kadisdik. Sebagai guru jangan sampai terlibat dalam dinamika politik praktis. Melainkan harus selaku fokus mencerdaskan, mengembangkan dan meningkatkan kualitas SDM.

"Tugas guru itu sangat berat dan harus dilakukan secara serius. Oleh karena itu, agar tugasnya bisa lebih maksimal saya berharap agar guru tidak terlibat dalan politik praktis dan harus netral," imbuhnya. (hrd) 

Dapatkan berita terkini:

0 Response to "Dua Mantan Kadisdik Nyabup, Lumbung Suara Guru Bakal Terbelah"

Posting Komentar

Komentar mengandung spam, p*rn*grafi, asusila, provokasi dan link aktif akan dihapus